Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sultan HB X Lakukan Prosesi Jejak Banon pada Sekaten Tahun Dal

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 14:47 WIB | Oleh:
Sultan HB X Lakukan Prosesi Jejak Banon pada Sekaten Tahun Dal Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X melaksanakan prosesi Jejak Banon dengan merobohkan tumpukan bata di pintu butulan selatan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Kamis (4/9) malam.

YOGYAKARTA - Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan prosesi "Jejak Banon" atau menjejak tumpukan bata yang melekat pada benteng di sisi selatan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Kamis (4/9) malam.

Prosesi dalam rangkaian Hajad Dalem Sekaten Tahun Dal 1959 memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW itu hanya digelar setiap delapan tahun sekali atau bertepatan dengan Tahun "Dal" dalam siklus penanggalan Jawa.

"Ini hanya diadakan hanya pada saat Tahun 'Dal' saja," ujar Koordinator Rangkaian Prosesi Garebeg Mulud Dal 1959 Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Kusumanegara saat ditemui di sela prosesi.

Ia menjelaskan, prosesi tersebut untuk mengenang usaha Pangeran Mangkubumi, pendiri Keraton Yogyakarta, yang menyelamatkan diri dari musuh selepas salat Jumat di Masjid Gedhe.

Secara filosofis, Jejak Banon juga melambangkan semangat budaya Jawa dan Islam dalam mendobrak tatanan lama yang berkaitan dengan urusan keagamaan.

"Ini membuka cakrawala baru bagi orang Jawa terhadap agama (Islam) yang baru masuk di tanah Jawa ini," kata Kusumanegara.

Sebelum prosesi langka itu, Sultan HB X yang mengenakan surjan biru bermotif bunga-bunga terlebih dahulu menyebarkan "udhik-udhik" berupa beras, biji-bijian, uang logam, dan bunga sebagai simbol sedekah raja kepada masyarakat dan abdi dalem.

Udhik-udhik disebarkan di Pagongan Kidul dan Pagongan Lor yang berlokasi di halaman Masjid Gedhe, serta di dalam masjid.

Setelah itu, Sultan bersama keluarga mendengarkan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW oleh Penghulu Keraton hingga selesai.

Sekitar pukul 22.00 WIB, Sultan HB X meninggalkan Masjid Gedhe dengan berjalan ke arah selatan menuju pintu butulan untuk melaksanakan tradisi Jejak Banon.

Dalam prosesi yang disaksikan ratusan warga dan wisatawan itu, Sultan merobohkan tumpukan batu bata yang menutup pintu butulan dengan dorongan tangan.

Setelah itu, ia melangkahi pecahan bata yang berserakan untuk keluar menuju keraton.

Reruntuhan bata pun seketika menjadi rebutan masyarakat.

Yudha (35), warga Ambarketawang, Gamping, Sleman, mengaku sudah datang sejak sore karena tak ingin melewatkan peristiwa budaya yang hanya terulang sewindu sekali itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Gardu Induk Gandul Sudah Pu...
Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...
Daerah
Menhub Tinjau Langsung Evak...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.