Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BSSN: Pemerintah Daerah Diminta Waspada Ancaman Web Defacement

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
 BSSN: Pemerintah Daerah Diminta Waspada Ancaman Web Defacement Doc: Antara
Ket. Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN Danang Jaya saat menjadi narasumber webinar bertajuk Penyusunan Profil Risiko Keamanan Siber Sektor Pemerintah Daerah yang dilaksanakan secara virtual dengan melibatkan pemerintah daerah se- Kaltim.

Samarinda - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meminta pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota mewaspadai web defacement sebagai ancaman siber yang paling sering terjadi, karena sebagian besar layanan publik pemerintah daerah berbasis website.

"Defacement menyasar sistem elektronik berbasis web, di mana layanan publik kita hampir semua mengandalkan itu. Oleh karena itu, insiden ini menjadi yang paling banyak terjadi," kata Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN, Danang Jaya, dalam keterangan di Samarinda, Jumat (5/9).

Pada kesempatan itu Danang Jaya menjadi narasumber webinar bertajuk Penyusunan Profil Risiko Keamanan Siber Sektor Pemerintah Daerah yang dilaksanakan secara virtual dengan melibatkan pemerintah daerah se-Kaltim.

Ia meminta penyelenggara Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi untuk segera menindaklanjuti notifikasi serangan siber, terutama web defacement. Jika mendapat notifikasi, segera tindak lanjuti ke BSSN untuk perbaikan.

Meskipun notifikasi serangan siber dari tahun 2023 hingga 2025 terbilang cukup banyak, Danang mengapresiasi respons cepat dari tim CSIRT (Computer Security Incident Response Team) yang telah dibentuk oleh pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan ancaman siber semakin meningkat.

Ia menekankan pentingnya kesadaran dan kemampuan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi, mengelola, dan menanggulangi risiko keamanan siber.

Berdasarkan peta sebaran risiko dominan pada tahun 2024, sebagian besar risiko memang berada di tingkat rendah. Namun, Danang mengingatkan bahwa hal itu tidak berarti tidak ada risiko sama sekali.

"Kita harus melihat dampaknya. Insiden siber bisa terjadi kapan saja," katanya.

Danang juga mengingatkan manajemen risiko yang matang. Hal ini tidak hanya untuk menanggulangi serangan yang sudah terjadi, tetapi juga untuk mencegah dan menjaga dampak dari risiko tersebut.

"Diperlukan sebuah manajemen risiko yang baik untuk menjaga dampak dari risiko yang ada. Ini akan menjadi bagian dari pengelolaan kendali risiko," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.