Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tambang Batu Bara Tua di Sawahlunto: Antara Warisan Budaya dan Perbaikan

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 13:45 WIB | Oleh: Tim Penulis

Seketika memasuki terowongan bekas tambang itu, pengunjung akan diperlihatkan kecanggihan sistem ventilasi yang dahulunya sempat beroperasi. Sawah Luwung telah menerapkan sistem ventilasi mekanis yang berfungsi untuk mendistribusikan udara segar ke area kerja tambang serta mengalirkan udara kotor ke permukaan.

Udara masuk melalui jalur intake dan keluar melalui return airway, dibantu oleh kipas utama. Sistem tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan oksigen pekerja dan mengencerkan gas berbahaya seperti metana dan karbon dioksida, serta mengontrol suhu dan kelembapan dalam terowongan. Kemudian, ventilasi utama didukung oleh kipas utama yang beroperasi dalam konfigurasi exhaust system.

Untuk sistem penyangga terowongan, Sawah Luwung sudah termasuk dalam kategori modern sebab menerapkan rock bolt dan wire mesh untuk penguatan atap. Selanjutnya, penerapan beton semprot yang berfungsi meningkatkan kekuatan massa batuan hingga penggunaan kayu penyangga.

Asmaliardi mengatakan saat mahasiswa magang melakukan studi di lubang tersebut, maka PT Bukit Asam Tbk akan membawa pengunjung ke salah satu titik bekas pengeboran batu bara. Di lokasi itu, mereka dapat melihat langsung batu bara lapisan C atau salah satu kualitas terbaik di dunia dengan kandungan kalori 6.500 hingga 7.000 Kkal.

"Batu bara dari formasi Ombilin memiliki nilai kadar kalori yang tinggi, kadar sulfur rendah. Ini menjadikannya komoditas ekspor unggulan di masa operasi komersil," ujar pria yang sudah mengabdi di PT Bukit Asam Tbk sejak 1983 itu.

Sementara itu, Kepala Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sawahlunto, Darius Agung Prata mengatakan Sawah Luwung merupakan sarana penunjang pendidikan khususnya sektor pertambangan di Indonesia.

"Lubang pendidikan Sawah Luwung ini merupakan sarana yang strategis karena memberikan pengalaman tambang bawah tanah secara langsung kepada peserta didik," kata Darius.

Secara khusus, BDTBT yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selalu mengajak peserta pelatihan atau magang ke lubang pendidikan Sawah Luwung. Sebab, meskipun sudah memiliki lubang tambang buatan khusus pelatihan, kunjungan langsung ke Sawah Luwung bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang pertambangan bawah tanah.

Sebagai salah satu eks tambang bawah tanah khususnya batu bara dan terbesar di Indonesia, Sawah Luwung bisa disebut sebagai pertambangan modern. Tersedianya peralatan yang tergolong lengkap, sistem sirkulasi udara hingga tiang-tiang penyangga yang mutakhir menjadikannya sebagai sarana pendidikan yang layak untuk rujukan dunia pendidikan khususnya pertambangan.

Dari pengujian laboratorium yang dilakukan oleh Kementerian ESDM lewat BDTBT, kualitas batu bara di Kota Sawahlunto termasuk yang masih terkandung di Sawah Luwung merupakan kelas wahid.

Darius menyebut selain pasokan yang melimpah, batu bara di Kota Sawahlunto menjadi alasan kuat Belanda, ketika itu, untuk mengeksplorasi perut bumi di kota itu secara besar-besaran. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.