Pasar Senen Jaya Menggeliat Kembali, Pedagang Mulai Berjualan Pascakerusuhan
📅 Rabu, 03 Sep 2025, 18:27 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Aria Ananda
JAKARTA - Sejumlah pedagang di Gedung Pasar Senen Jaya 1 dan 2 kembali berjualan pada Rabu (3/9), pascakerusuhan yang terjadi di daerah sekitar pusat perbelanjaan tersebut, tepatnya di Senen dan Kwitang, beberapa hari lalu.
Sejak pukul 08.49 WIB, beberapa pedagang terlihat sudah bersiap-siap membuka toko mereka, padahal operasional gedung perbelanjaan itu baru dimulai pada pukul 10.00 WIB.
Toko kacamata, perlengkapan, pakaian, aksesoris, serta sejumlah gerai makanan dan minuman nampak sudah kembali melayani pengunjung, sementara sebagian toko lainnya masih memilih tutup.
Operasional Gedung Pasar Senen Jaya 1 dan 2 telah dibuka kembali sejak Selasa (2/9), setelah sebelumnya sempat ditutup oleh pihak pengelola menyusul terjadinya kerusuhan yang menyebabkan halte bus TransJakarta di dekat pusat perbelanjaan itu terbakar.
Seorang pedagang pakaian, Nia (29), mengaku lega karena dapat kembali berjualan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Alhamdulillah,sudah buka kembali, tapi beberapa toko tutup karena masih takut,” kata Nia.

Sejumlah pengunjung berjalan memasuki Gedung Pasar Senen Jaya 1 dan 2 di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Pusat Perbelanjaan itu sempat ditutup karena kericuhan yang terjadi di daerah sekitar beberapa hari lalu. (Antara/Aria Ananda).
Nia menceritakan pada Sabtu, 30 Agustus 2025, ia dan sebagian pedagang lainnya sempat membawa pulang barang dagangan berharga untuk mengantisipasi risiko penjarahan, mengingat saat itu kerusuhan semakin memanas.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau saya, yang sekiranya barang dagangan mahal saja saya bawa pulang, karena kan enggak sempat juga bawa semuanya,” ujar dia.
Sementara itu, Agus (43), pedagang kacamata dan aksesoris, menyebutkan sekitar 60 persen lebih toko sudah buka kembali sejak Selasa (2/9) kemarin, namun jumlah pembeli masih jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal pada hari-hari biasanya.
“Waktu itu (saat aksi massa) kita semua (toko) sudah pada tutup, takut rusuh, takutnya malah dijarah. Untungnya enggak ada yang masuk ke dalam gedung, keamanan terjaga,” tutur Agus.
Akibat kerusuhan itu, dia pun mengakui omzet penjualannya saat ini menurun drastis.
“Kemarin itu cuma dapat 100-200 ribuan rupiah, biasanya minimal bisa 600 ribu rupiah sehari, waktu kondisi normal, tapi mungkin karena libur juga,” ungkap Agus.
Para pedagang pun berharap kondisi di sekitar Pasar Senen Jaya dapat kembali stabil sehingga pembeli juga ikut berdatangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!