Polda Jabar Duga Kericuhan di Unisba Terencana
Selasa, 02 Sep 2025, 17:35 WIBBandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat menduga kericuhan yang terjadi di sekitar Universitas Islam Bandung (Unisba) pada Senin (1/9) malam telah direncanakan oleh sekelompok massa.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan aksi massa tersebut didesain untuk memancing aparat agar masuk ke area kampus. Namun, polisi memastikan tidak melakukan penyerangan ke dalam kampus.
âKami menganalisa ini sudah didesain, direncanakan bahwa kami dipancing untuk menyerang kampus, tapi alhamdulillah kami tidak melakukannya,â kata Rudi di Bandung, Selasa (2/9).
Rudi menuturkan awalnya massa melemparkan bom molotov ke arah kendaraan petugas, bahkan ada yang sampai masuk ke truk dan kendaraan bermotor.
Kondisi itu, kata dia, sangat membahayakan keselamatan aparat.
âKalau mobil itu terbakar, tentunya petugas akan mati terpanggang di situ. Ini lagi-lagi membahayakan petugas,â ujarnya.
Atas kondisi tersebut, petugas gabungan kemudian melakukan patroli skala besar dan membubarkan massa secara terukur sesuai ketentuan hukum.
Kapolda menyebut massa berjumlah sekitar 150 hingga 200 orang berkumpul di Jalan Tamansari dengan melakukan blokade jalan, berpakaian serba hitam, menutup muka, serta membawa batu, besi, dan kayu.
âJalan yang mestinya digunakan masyarakat jadi tertutup. Akhirnya masyarakat tidak bisa lewat, dan tentunya warga mempunyai ketakutan yang besar,â katanya.
Rudi menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pimpinan Unisba.
Menurutnya, kampus juga merasa kewalahan dan meminta bantuan kepolisian untuk pengamanan dari kelompok massa yang diduga bukan dari mahasiswa.
âBelum tentu itu dilakukan mahasiswa Unisba. Kampus hanya dipakai tempat oleh kelompok yang malam-malam mempersenjatai diri, melakukan penyerangan terhadap petugas, dan mengganggu keamanan masyarakat. Jadi bukan mahasiswa yang sebenarnya,â kata Rudi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan tembakan gas air mata yang terjadi di sekitar Jalan Tamansari dipicu oleh serangan bom molotov dari sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga kelompok anarkis.
âMereka inilah awalnya yang menutup jalan dan membuat blokade di Tamansari sambil bertindak anarkistis,â kata Hendra.
Hendra menjelaskan kelompok anarkis tersebut kemudian melakukan provokasi lebih jauh dengan melempar bom molotov dari dalam kampus ke arah petugas dan kendaraan, termasuk mobil rantis Brimob. Atas kondisi itu, petugas menembakkan gas air mata ke jalan raya.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Negara-negara Eropa Enggan Turuti Permintaan Trump untuk Membantu Amankan Selat Hormuz
-
Hasil Piala Afika 2025: Nigeria Lolos ke 16 Besar Usai Taklukkan Tunisia
-
TMII Hadirkan Ragam Acara Budaya dan Hiburan saat Natal dan Tahun Baru
-
Kyiv Diguncang Serangan Drone dan Rudal Russia, Jelang Pertemuan Zelenskyy dan Trump
-
Mudik Awal Antisipasi Lonjakan Pemudik Jelang Idul Fitri
-
Inflasi Masih Tinggi, The Fed Tahan Suku Bunga
-
Inflasi Kediri Terkendali Berkat Operasi Pasar Murni
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.