Inflasi Kediri Terkendali Berkat Operasi Pasar Murni

Jumat, 03 Apr 2026, 07:31 WIB

KEDIRI – Operasi pasar secara murni yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mampu menekan laju inflasi. 

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemkot Kediri Bambang Tri Lasmono di Kediri, Kamis (2/4) mengemukakan pemkot telah berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri dengan mengadakan OPM, Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain komoditas cabai rawit, komoditas lainnya juga harganya relatif menjadi stabil.

Ket. Foto: penendalian inflasi — Sumber: ist

OPM merupakan intervensi pemerintah dengan menjual bahan pokok secara langsung kepada masyarakat di lokasi tertentu dengan harga lebih murah dari harga pasar.

"Pada bulan Maret terjadi deflasi pada komoditas cabai rawit sebesar 0,03 persen, yang pada bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Hal ini dampak dari beberapa upaya yang sudah dilaksanakan oleh TPID Kota Kediri" katanya di Kediri.

Pihaknya berharap program yang digelontorkan pemkot tersebut ke depan juga terus mampu menjaga harga komoditas bahan pokok sehingga tetap stabil di tengah kondisi geopolitik Internasional yang tidak menentu.

"Semoga harga komoditas tetap stabil di tengah kondisi geopolitik internasional yang tidak menentu, yang berdampak pada kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dunia sehingga berpotensi menjadi penyumbang inflasi," kata dia.

Dirinya juga mengimbau masyarakat agar berbelanja bijak sesuai kebutuhan dan tidak panic buying. Pemerintah terus berusaha untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas serta kestabilan harga.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menambahkan di bulan Maret 2026, Kota Kediri mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 4,03 persen dengan nilai IHK mencapai 110,41. Sementara itu, inflasi bulanan (month to month/m-to-m) tercatat sebesar 0,41 persen.

Menurut Emil, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi dinamika harga pada Maret 2026. Di antaranya adalah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 1 Maret 2026.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah yang terus meningkat disepanjang bulan.

Permintaan komoditas pangan juga mengalami peningkatan terutama selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

"Komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras dan daging sapi mengalami kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan di sektor transportasi, terjadi kenaikan tarif angkutan udara, angkutan antarkota dan kendaraan travel. Berbeda dengan tarif kereta api yang justru mengalami penurunan.

Sementara itu, harga emas perhiasan juga tercatat mengalami penurunan di sepanjang bulan Maret sebagai dampak kondisi perekonomian global serta konflik geopolitik yang masih berlangsung.

Lebih lanjut, Emil menyebutkan beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi month to month (m-to-m), antara lain daging ayam ras yang menjadi komoditas penyumbang utama inflasi dengan andil sebesar 0,07 persen dan tingkat inflasi komoditas mencapai 3,56 persen.

Selanjutnya bensin dan angkutan antar kota yang masing-masing menyumbang 0,04 persen, ayam goreng sebesar 0,03 persen, tomat, kangkung dan daging sapi masing-masing memberikan andil sebesar 0,02 persen.

Sementara beras, bayam, sigaret kretek mesin (SKM), jagung manis, alpukat, jeruk, donat, bawang merah, serta tarif kendaraan travel masing-masing menyumbang 0,01 persen.

Sedangkan komoditas penahan inflasi bulan Maret diantaranya cabai rawit sebesar -0,03 persen, tarif kereta api, bawang putih dan minyak goreng sebesar -0,01 persen.

Pihaknya juga memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi kepada TPID Kota Kediri untuk menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi komoditas pangan pascaperayaan Idul Fitri khususnya untuk komoditas beras, daging ayam ras dan telur ayam ras.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.