Negara-negara Eropa Enggan Turuti Permintaan Trump untuk Membantu Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026, 00:45 WIB

BRUSSELS - Negara-negara Eropa menuntut untuk mengetahui lebih banyak tentang rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk perang melawan Iran dan kapan konflik tersebut mungkin berakhir, seiring mereka mempertimbangkan apakah akan menyetujui seruannya untuk mengirim kapal perang guna membantu memperkuat keamanan di Teluk Persia.

Dari The Guardian,saat para menteri luar negeri Uni Eropa berkumpul untuk membahas tuntutan Trump, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan penting bagi AS dan Israel untuk menentukan “kapan mereka menganggap tujuan militer dari pengerahan pasukan mereka telah tercapai.”

Ket. Foto: Perang Iran 'bukan urusan NATO', kata Kanselir Merz dari Jerman, sementara negara-negara Eropa bereaksi hati-hati terhadap seruan Trump untuk meminta bantuan. — Sumber: Istimewa

“Kita butuh kejelasan lebih lanjut di sini,” kata Wadephul kepada wartawan.

Juru bicara Kanselir Jerman Friedrich Merz, Stefan Kornelius, menggarisbawahi bahwa “ini bukan perang NATO. NATO adalah aliansi untuk membela wilayah aliansi.”

Kornelius mengatakan bahwa Berlin "mencatat" komentar Trump, tetapi menambahkan: "Amerika Serikat tidak berkonsultasi dengan kami sebelum perang ini, dan karena itu kami percaya ini bukan urusan NATO atau pemerintah Jerman."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna juga mengatakan bahwa sekutu AS di Eropa ingin memahami "tujuan strategis" Trump. "Apa rencananya?"

Dan Menteri Luar Negeri Polandia Radek Sikorski mengajak pemerintahan Trump untuk menempuh jalur yang semestinya.

“Jika ada permintaan melalui NATO, tentu saja kami akan mempertimbangkannya dengan sangat hati-hati karena menghormati dan bersimpati kepada sekutu Amerika kami,” katanya.

  • Konflik AS-Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.