8 Desa Lumpuh Total, Banjir Tapin Kembali 'Telan' Jalan Nasional, Pengendara Terjebak

Senin, 11 Mei 2026, 21:10 WIB

RANTAU - Intensitas hujan tinggi kembali melumpuhkan urat nadi transportasi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (11/5).

Meluapnya debit air di kawasan Desa Bitahan Baru tidak hanya merendam ruas jalan nasional, tetapi juga memutus akses utama bagi masyarakat di delapan desa di Kecamatan Piani. Meski langkah evakuasi darurat telah diupayakan, kebuntuan infrastruktur yang terus berulang ini memicu desakan kuat bagi pemerintah daerah dan perusahaan tambang setempat untuk segera menghadirkan solusi permanen guna menjamin keamanan mobilitas warga.

Ket. Foto: Kondisi ruas jalan nasional penghubung Kecamatan Lokpaikat menuju Kecamatan Piani yang terendam banjir di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin (11/5). — Sumber: ANTARA/Muhammad Rastaferian Pasya

Ketua Komisi I DPRD Tapin Rustam Nawawi mengatakan proses evakuasi darurat dilakukan menggunakan dua armada milik perusahaan tambang sejak pukul 14.00 Wita hingga jalan dinilai sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

“Ini sifatnya penanganan sementara saja agar warga bisa tetap melintas dengan aman,” ujar Rustam di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.

Genangan terjadi di kawasan Desa Bitahan Baru setelah hujan deras mengguyur wilayah Tapin sejak pukul 10.00 Wita hingga sekitar pukul 12.00 Wita. Air meluap hingga menutup badan jalan dan membuat pengendara roda dua maupun mobil minibus memilih berhenti, karena khawatir kendaraan mogok.

Akibat banjir tersebut, kata dia, mobilitas masyarakat dari Kecamatan Piani menuju Kota Rantau maupun sebaliknya terganggu.

"Sejumlah warga bahkan terpaksa menunggu air surut di pinggir jalan, karena tidak berani melintas," ucapnya.

Rustam menyebutkan banjir di ruas jalan tersebut terus berulang setiap kali hujan deras turun.

Menurut dia, kondisi diperparah setelah akses jalan alternatif yang sebelumnya digunakan warga ditutup dan belum diganti dengan infrastruktur yang memadai.

“Yang paling terdampak masyarakat delapan desa di Kecamatan Piani, karena akses mereka terganggu setiap hujan deras,” katanya.

Rustam berharap perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan itu bertanggung jawab terhadap dampak yang dirasakan masyarakat, termasuk membuka kembali akses alternatif serta membangun jembatan dengan elevasi lebih tinggi agar jalur utama tidak terendam saat debit air meningkat.

"Warga berharap pemerintah daerah bersama perusahaan tambang segera mengambil langkah permanen, karena jalur penghubung menuju Kecamatan Piani kerap lumpuh setiap hujan deras melanda Tapin," ujarnya.

  • kalimantan selatan
  • kalsel
  • banjir tapin
  • jalan nasional
  • kecamatan piani

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.