Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tokoh Lintas Agama di Jateng Serukan Demo Damai: “Kendalikan Emosi, Cintai Indonesia”

📅 Senin, 01 Sep 2025, 18:10 WIB | Oleh:
Tokoh Lintas Agama di Jateng Serukan Demo Damai: “Kendalikan Emosi, Cintai Indonesia” Doc: ANTARA/I.C. Senjaya
Ket. Tokoh agama dan masyarakat Jawa Tengah yang tergabung dalam Persaudaraan Lintas Agama memyampaikan pernyataan sikap di Semarang, Senin (1/9).

SEMARANG - Pemuka agama dan tokoh masyarakat Jawa Tengah (Jateng) yang tergabung dalam Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) menyerukan agar aspirasi disampaikan secara damai. Dalam pernyataan sikap di Semarang, Senin (1/9), mereka mengajak masyarakat mengendalikan emosi, menolak aksi destruktif, dan menjaga persatuan demi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

"Sampaikan aspirasi dengan damai, persuasif, kendalikan emosi," kata Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang Romo FX Sugiyana mewakili para pemuka agama dan tokoh masyarakat saat menyampaikan pernyataan sikap atas berbagai aksi massa beberapa hari terakhir di Semarang, Senin.

Menuruti dia, semua orang baik yang ikut serta dalam berbagai aksi yang digelar maupun yang tidak turut serta memiliki kecintaan terhadap Indonesia

Para tokoh agama dan masyarakat di Jateng juga menyampaikan keprihatinan atas adanya korban meninggal dunia dan terluka dalam aksi yang digelar selama beberapa hari terakhir pada berbagai wilayah di Indonesia.

Ia menyebut perlu adanya titik temu dalam upaya mencapai kekuatan dalam membangun Indonesia. Oleh karena itu ia mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia membangun negeri ini dengan cara yang lebih dewasa.

"Mari mencintai damai. Melalui kebersamaan ini Indonesia bisa beranjak lebih maju, damai, dan sejahtera," katanya.

Dalam kesempatan itu Persaudaraan Lintas Agama menyerukan pernyataan sikap yang isinya mengapresiasi respon Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan DPR, MPR, dan DPD RI untuk menyerap aspirasi dan menenangkan rakyat.

Pemerintah dan jajarannya diminta untuk selalu mengeluarkan kebijakan publik yang berpihak kepada kebutuhan dan perasaan rakyat.

Aparat keamanan pun diminta menghindari tindakan represif dan penggunaan kekuatan yang berlebihan dalam menghadapi warga sipil.

Selain itu mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat diminta fokus dalam penyampaian aspirasi yang efektif dan tanpa kekerasan.

Pelita juga mengecam aksi destruktif dan memprovokasi rakyat dalam penyampaian aspirasi di muka umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.