Putri Harus Siapkan Diri Prima Main Tiga Gim
📅 Senin, 01 Sep 2025, 07:39 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Thibaud MORITZ / AFP
JAKARTA – Banyak pemain bulu tangkis Indonesia rontok stamina bila bermain tiga gim. Contoh saja di Kejuaraan Bulu Tangkis BWF Paris yang baru lewat. Ganda putra Bagas/Leo hanya bagus di set pertama. Set kedua dan ketiga kedodoran. Putri KW bagus di set pertama dan kedua. Set ketiga lunglai, hanya mendapat angka 6 menghadapi Akane Yamaguci. Jonatan Christie tak kuat meladeni Kunlavut sampai tiga gim.
Putri yang permainannya semakin baik, tinggal menggenjot fisik agar tetap prima meski harus bermain tiga gim. Apakah para pelatih tidak melihat kondisi seperti ini, di mana banyak pemain Indonesia rontok kalau harus main tiga gim.
Putri Kusuma Wardani terhenti di semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2025, Sabtu (30/8). Pemain berusia 22 tahun itu hanya membawa pulang medali perunggu. Dia menjadi pemain Indonesia pertama yang meraih medali di sektor tunggal putri, sejak Lindaweni Fanetri pada tahun 2015.
Di Adidas Arena, Paris, Putri gagal menahan laju Akane Yamaguchi. Pertandingan tiga gim itu berakhir 17-21, 21-14, 6-21 dalam 58 menit. “Saya puas bisa memaksa rubber game, meski tentu tidak puas dengan gim ketiga. Itu jadi pengalaman berharga untuk saya,” ujarnya.
Perunggu di Paris bukan sekadar catatan sejarah, tetapi juga pijakan untuk perjalanan berikutnya. Putri menegaskan fokusnya kini adalah membangun konsistensi jelang Tur Asia bulan depan. “Saya harus cepat tanggap menghadapi perubahan pola lawan. Itu yang akan saya bawa ke turnamen-turnamen berikutnya,” katanya. Hong Kong Open dan China Open pada bulan September menjadi target berikut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Putri mengakui kelemahan yang masih menonjol adalah fokus dan kebugaran fisik. Di gim penentuan melawan Yamaguchi, dia kaget dengan perubahan pola permainan cepat lawan. “Dia meningkatkan speed dan menyerang sepanjang laga. Saya tidak siap dengan itu,” ucapnya.
Evaluasi itu menjadi modal untuk memperbaiki permainan. Dari hasil setahun terakhir, peningkatan Putri jelas terlihat. Setelah masa sulit sepanjang 2023, ketika 14 dari 17 turnamen berakhir di babak awal, dia memilih mundur sejenak dari tur pada pertengahan 2024. Latihan intensif membangun fisik, teknik, sekaligus mental membuahkan hasil.
Saat kembali bertanding, dia langsung menembus final Taiwan Open dan Hong Kong Open, semifinal Denmark Open, serta meraih gelar di Korea Masters Super 300. Awal 2025 pun konsisten, dengan tujuh kali perempat final atau lebih dari sepuluh turnamen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Paris, kemenangannya atas mantan juara dunia Pusarla V Sindhu di perempat final menegaskan kematangan Putri. Meski kalah di semifinal, capaian itu menunjukkan dirinya kian siap bersaing dengan elite dunia. “Saya ingin membuktikan bisa bersaing di level top 10,” ujarnya. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!