Hasil Panen Tercatat Mencapai 2,77 Juta Ton , Tapi Beras Kok Masih Mahal
Senin, 01 Sep 2025, 13:06 WIBJAKARTA â Masyarakat mempertanyakan apakah angka-angka yang sering dirilis benar adanya. Contoh, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras pada Juli tahun ini mencapai sebesar 2,77 juta ton. Ini adalah hasil yang luar biasa, tetapi kenyataannya, harga beras tetap saja mahal. Malah rakyat âdikerjai.â Sudah mahal, ternyata isinya oplosan. Jadi, angka-angka itu tidak begitu penting.
"Produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada Juli 2025 sebesar 2,77 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 35,01 persen dibandingkan dengan Juli 2024 yang sebesar 2,05 juta ton," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin. Pertanyaannya, terus ke mana hasil panen ini? Apalagi ini sudah dalam bentuk beras. Harusnya kalau itu digelontorkan ke pasar, tentu akan menurunkan harga beras, mestinya. Sebab kalau disimpan, akan membusuk dalam waktu tiga bulan.
Dengan demikian, angka sementara produksi beras Januari - Juli tahun ini mencapai 21,93 juta ton atau meningkat sebesar 15,86 persen dibandingkan Januari - Juli 2024. Sementara itu, potensi produksi beras sepanjang Agustus hingga Oktober 2025 diperkirakan sebesar 9,11 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 0,36 juta ton atau 4,17 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Dengan demikian, produksi beras sepanjang Januari hingga Oktober tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 31,04 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 3,37 juta ton atau 12,16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan produksi pangan nasional meningkat meski Indonesia menghadapi musim kering berkepanjangan dan dampak perubahan iklim.
âDi saat musim kering berkepanjangan, di saat perubahan iklim, di saat El Nino dilanjutkan La Nina, kita bisa produksi meningkat secara luar biasa,â kata Presiden Prabowo. Presiden mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras jajaran kementerian bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri.
Prabowo juga menyoroti laporan salah satu bupati yang berhasil mengalihkan ratusan miliar rupiah anggaran untuk pembangunan irigasi baru. Menurutnya, langkah tersebut akan mengairi puluhan ribu hektare lahan pertanian dalam lima tahun.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Beras sumbang deflasi di 23 provinsi
-
Gerakan pangan murah Polres Indramaayu
-
RUU Haji dan Umrah: Pemerintah Serahkan DIM ke DPR RI
-
Kota Kendari catat inflasi terendah se-Sulawesi Tenggara
-
Korban Tanah Bergerak Kian Bertambah
-
Luar Biasa, Pemerintah Klaim Indonesia Mencapai Swasembada Beras
-
Perkuat Intervensi Gizi, Bapanas Akselerasi Implementasi Beras Fortifikasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.