BPOM Siap Cegah Kelangkaan Obat Esensial Akibat Kenaikan Biaya Produksi

Kamis, 11 Jun 2026, 19:53 WIB

JAKARTA - Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan pemerintah berupaya mencegah risiko kelangkaan obat esensial yang dibutuhkan masyarakat. Menurut dia, pemerintah tetap memberikan dukungan kepada pelaku usaha industri agar produksi tidak dihentikan.

Taruna menegaskan, pihaknya berusaha secara maksimal menjaga ketersediaan obat-obatan esensial bagi masyarakat. Ia juga menyebut pihaknya mendengarkan berbagai masukan masyarakat yang ingin membantu mengatasi persoalan tersebut.

Ket. Foto: Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar — Sumber: RRI/Sasa Haniyah

“Jadi Badan POM berusaha secara maksimal dan sampai sekarang pun kita dengar pendapat dari masyarakat. Kalau ada masyarakat yang ingin membantu, masukkan akan kita dengar,” ujar dia usai mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6).

Taruna mengungkapkan, keluhan industri terkait kenaikan harga obat mulai disampaikan sekitar dua bulan lalu. Karena itu, pihaknya menilai pengendalian harga obat perlu dilakukan agar produksi tetap berjalan.

Ia mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dalam menangani persoalan ketersediaan obat nasional. Menurut dia, meskipun ada kebutuhan dari BPJS, obat tetap harus diproduksi agar dapat tersedia.

Taruna menjelaskan BPOM mendukung industri dari sisi hulu agar tetap memproduksi obat-obatan diperlukan masyarakat. Ia juga membenarkan pelemahan rupiah serta dampak perang menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut.

“Iya kan makanya kami di hulunya mensupport supaya dia tetap memproduksi, tapi di hilirnya tentu perlu diperhatikan baik-baik. Supaya intinya target terakhir kami ingin bantu rakyat kita secara keseluruhan,” ucap dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.