Tangerang Siaga Penuh Hadapi Kekeringan Panjang

Rabu, 05 Agu 2026, 01:10 WIB

TANGERANG – Tangerang memperkuat langkah pencegahan insiden kekeringan, kebakaran hutan-lahan (Karhutla), dan tempat pembuangan akhir (TPA) dampak kemarau panjang. “Untuk itu, seluruh jajaran organisasi perangkat daerah harus siaga penuh,” tandas Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, Selasa (4/8).

Dia menginstruksikan OPD untuk fokus upaya pencegahan kebakaran dan kekeringan. Ini juga merupakan upaya menjaga keselamatan jiwa masyarakat. “Maka, hal tersebut harus menjadi prioritas dalam setiap upaya penanggulangan bencana,” tutur Bupati. Pencegahan harus menjadi prioritas utama.

Ket. Foto: Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid dalam gelaran Apel Siaga Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Puspemkab Tangerang, Selasa (4/8). — Sumber: ANTARA/HO-Polresta Tangerang

Maesyal mengungkapkan ini usai menghadiri Apel Siaga Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Lapangan Arya Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Selasa. Sebagai langkah komitmen pemerintah, dia minta seluruh peralatan, kendaraan operasional, pompa, serta sumber daya pendukung lainnya dipastikan selalu dalam kondisi siap tanggap. “Jangan sampai terjadi kendala di lapangan akibat kurangnya kesiapan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menambahkan, guna mendukung kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kemarau, Polres akan menerjunkan sebanyak 200 personel gabungan yang terdiri atas personel TNI/Polri, Pol PP, dan BPBD. “Pencegahan harus menjadi prioritas melalui patroli terpadu, pemantauan wilayah rawan, edukasi masif kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam hal ini, sebagai instansi penegak hukum akan mendorong upaya tegas dan terukur terhadap pelaku pembakaran lahan secara sengaja. Dia juga mengajak semua instansi membangun komitmen dan kesiapan menghadapi potensi kebakaran.

“Perubahan iklim, ancaman musim kemarau, serta aktivitas manusia dapat meningkatkan risiko kebakaran,” tuturnya.“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi,” ujarnya.

Motor

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang, menghadirkan 16 motor operasional untuk mempercepat respons petugas. Ini khususnya untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses kendaraan besar seperti gang-gang permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan kehadiran armada tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan awal sebelum unit utama tiba di lokasi kejadian. 

  • Darurat Kekeringan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.