Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerakan Wanita Sejahtera Ajak Semua Pihak Jaga Suasana Bangsa Tetap Kondusif

📅 Senin, 01 Sep 2025, 08:34 WIB | Oleh:
Gerakan Wanita Sejahtera Ajak Semua Pihak Jaga Suasana Bangsa Tetap Kondusif Doc: antara foto
Ket. Ketua Umum GWS Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd

JAKARTA - Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif menyusul terjadinya aksi demonstrasi yang terjadi berbagai daerah di Tanah Air.

"Perempuan Indonesia memiliki peran strategis dalam menciptakan ketenangan di lingkungan keluarga. Dengan memberikan penguatan kepada suami maupun anak-anak, perempuan dapat membantu mencegah terjadinya tindakan yang tidak terkendali dan berpotensi merugikan banyak pihak," kata Ketua Umum GWS Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd., dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (1/9).

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia periode 2019-2024 itu mengatakan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, hal tersebut harus dilakukan secara tertib, damai, dan terukur agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dan otoritas terkait untuk merespons dengan cepat, tepat, dan bijak setiap aspirasi masyarakat.

“Kita semua tentu menginginkan suasana bangsa yang tenteram dan kondusif. Karena itu, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat perlu saling bergandengan tangan agar aspirasi yang disampaikan dapat direspons dengan baik," katanya.

"Jangan sampai masyarakat memiliki pemahaman dan perspektif yang keliru karena pernyataan pemerintah yang kurang hati-hati maupun penyelesaian yang kurang bijak,” tambahnya yang juga menjalankan organisasi Pita Putih Indonesia itu.

Dengan ajakan ini, Giwo Rubianto berharap seluruh elemen bangsa mengutamakan ketertiban, persatuan, serta musyawarah dalam menyikapi berbagai persoalan demi mewujudkan Indonesia yang adil, harmonis, dan sejahtera.

Di sisi lain, Giwo turut mengomentari soal musibah yang menyebabkan meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) yang memicu gelombang protes.

Sebaiknya Anda baca juga:

Ia ikut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia mendorong aparat penegak hukum bekerja secara profesional, transparan, dan berkeadilan dalam mengusut tuntas kasus tersebut, agar tidak menimbulkan lebih banyak polemik di masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

48 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.