Beras SPHP Ludes Diserbu, Bulog Akui Stok Ritel Kosong

Senin, 01 Sep 2025, 22:30 WIB

JAKARTA – Kelancaran pasokan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) menjadi kunci menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Distribusi yang lancar memastikan ketersediaan beras di pasar tetap terjaga, sehingga potensi gejolak harga akibat keterbatasan suplai dapat ditekan.

Ket. Foto: Warga membeli beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) saat Gerakan Pangan Murah Serentak di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (30/8/2025). — Sumber: ANTARA FOTO/ Aditya Nugroho

Selain itu, konsistensi pasokan SPHP juga berperan dalam menjaga inflasi pangan, yang merupakan komponen utama inflasi nasional, serta mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Perum Bulog menyebutkan kekosongan beras Program SPHP di toko ritel modern disebabkan oleh banyaknya peminat.

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan beras SPHP telah disalurkan ke berbagai pasar tradisional, ritel modern, hingga operasi pasar secara maksimal.

"Mungkin kan karena saking banyaknya yang beli, sehingga sempat kosong harus tunggu pemesanan berikutnya," ujar Rizal di Jakarta, Senin (1/9).

Rizal menjelaskan saat stok SPHP di suatu toko habis, maka harus dilakukan pemesanan ulang. Namun, hal tersebut memerlukan waktu dan tidak bisa dalam waktu instan.

"Ini kan perlu proses, apalagi kemarin kan ada Gerakan Pangan Murah serentak tuh. Mungkin ini lagi proses repacking, nambah ulang lagi, tapi diyakini semua terkirim," katanya.

Ia menyampaikan Bulog berkomitmen terus menyalurkan beras SHPH, sesuai dengan target yakni 1,3 juta ton hingga Desember 2025.

Menurut dia, saat ini permintaan terhadap beras SPHP cukup tinggi, sehingga memerlukan proses untuk kembali mengisi kekosongan.

"Kita kerja nonstop, dari Senin ketemu Senin untuk mengejar sesuai arahan pimpinan, Pak Presiden (Prabowo Subianto), supaya stok betul-betul digelontorkan semaksimal mungkin," imbuh Rizal.

Perum Bulog menyebutkan distribusi beras SPHP pada 25 Agustus 2025 mencapai 8 ribu ton dalam sehari.

Angka itu cukup tinggi sebab rata-rata distribusi harian beras subsidi tersebut mencapai 6-7 ribu ton per hari.

Secara keseluruhan penyaluran beras SPHP sepanjang tahun 2025 telah dilakukan lebih dari 259 ribu ton.

Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui jaringan yang luas dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.

Distribusi tidak hanya melalui Rumah Pangan Kita (RPK) dan ritel modern, tetapi juga Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, gerai pangan binaan serta Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah.

  • Beras SPHP

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.