Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stok Aman! Produksi Beras di Lebak Surplus 14 Bulan ke Depan

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 11:23 WIB | Oleh:
Stok Aman! Produksi Beras di Lebak Surplus 14 Bulan ke Depan Doc: ANTARA
Ket. Petani Kalanganyar Kabupaten Lebak,Banten memanen padi seluas 50 hektare, Minggu (31/8/2025), sehingga dapat memenuhi ketersediaan roduksi pangan masyarakat di daerah itu.

LEBAK - Produksi beras di Kabupaten Lebak, Banten surplus 14 bulan ke depan sebanyak 179.913 ton, sehingga relatif aman untuk memenuhi ketersediaan konsumsi pangan masyarakat di daerah itu.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Minggu (31/8), mengatakan produksi beras dari hasil panen petani periode Januari - Juli 2025 sebanyak 269.894 ton setara beras.

Produksi beras sebanyak itu untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Lebak berpenduduk 1,4 juta jiwa rata-rata 154.253 ton atau 12.854 ton per bulan.

Sedangkan, penyerapan beras dari Januari - Juli 2025 sebanyak 89.981 ton, sehingga surplus 14 bulan atau 179.913 ton.

Bahkan, produksi pangan itu meningkat karena panenan padi terus berlangsung hingga Desember mendatang.

"Kami mengapresiasi ketersediaan pangan itu surplus hingga 14 bulan kedepan," katanya.

Menurut dia, pihaknya mengintruksikan Petugas Penyuluh Lapang (PPL), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Koptan) bagi petani yang sudah panen agar kembali melakukan percepatan tanam guna mendukung program swasembada pangan nasional.

Sebab, pemerintah daerah menyalurkan bantuan benih unggul berkualitas varietas Inpari 32 kepada petani, karena produktivitas tinggi dan tahan terhadap serangan hama maupun organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Kami minta petani dapat melaksanakan percepatan tanam," kata lelaki lulusan Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta itu pula.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Sukabungah Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan, panen padi tahun ini relatif tinggi dengan rata-rata produktivitas 6 ton gabah kering per hektare dan menguntungkan ekonomi petani.

Saat ini, harga GKG ditampung pabrik penggilingan padi Rp 8.000 per kilogram.

"Jika harga GKG Rp8.000 per kilogram dengan menjual 5 ton maka menghasilkan ekonomi Rp40 juta per hektare. Pendapatan sebesar itu bersih meraup keuntungan Rp25 juta setelah dipotong biaya pengelolaan Rp 15 juta," kata Ruhiana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.