Revisi UU Listrik Dikebut, DPR Janji Tuntas 2026: Realistis atau Janji Manis?

Minggu, 31 Agu 2025, 23:55 WIB

JAKARTA – Revisi Undang-Undang Ketenagalistrikan berpotensi menjadi titik krusial dalam arah kebijakan energi nasional.

Di satu sisi, revisi ini diharapkan mampu menjawab tantangan baru sektor kelistrikan yang kian kompleks, mulai dari kebutuhan investasi infrastruktur, integrasi energi terbarukan, hingga tata kelola pasar listrik yang lebih efisien dan transparan.

Ket. Foto: Sejumlah petugas melakukan perawatan jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di kawasan Tambakrejo, Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/2/2025). — Sumber: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Di sisi lain, terdapat kekhawatiran bahwa perubahan regulasi justru bisa membuka celah dominasi swasta yang berlebihan atau melemahkan peran negara dalam menjamin akses energi sebagai layanan publik.

Secara strategis, revisi ini akan menentukan seberapa jauh Indonesia dapat mendorong transisi energi yang adil, meningkatkan elektrifikasi ke pelosok, serta menjaga keseimbangan antara keterjangkauan tarif bagi masyarakat dengan kepastian keuntungan bagi investor.

Penataan regulasi yang tidak tepat berisiko memperlebar ketimpangan, menghambat penetrasi energi bersih, dan menambah beban subsidi negara.

Sebaliknya, jika berhasil dirumuskan dengan visi jangka panjang, revisi UU ini dapat memperkuat kedaulatan energi, menurunkan emisi karbon, dan menciptakan pasar listrik yang lebih sehat serta kompetitif.

Dengan demikian, inti perdebatan dalam revisi UU Ketenagalistrikan bukan sekadar soal teknis penyediaan listrik, melainkan menyangkut paradigma besar: apakah listrik akan tetap ditempatkan sebagai hak dasar warga negara atau berubah menjadi komoditas ekonomi yang sepenuhnya tunduk pada mekanisme pasar.

Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha menargetkan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dapat rampung pada 2026 untuk memberi kepastian akses listrik kepada masyarakat.

“Insya Allah, paling lambat tahun 2026 revisi undang-undang ini sudah disahkan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan kepastian akses listrik, tetapi juga keadilan dalam pemanfaatannya,” kata Syarif dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (31/8).

Ia mengatakan transformasi energi, termasuk rencana transisi energi menuju energi terbarukan, akan diakomodasi dalam revisi Undang-Undang Ketenagalistrikan. Langkah tersebut bertujuan untuk mewujudkan peta jalan transisi energi sebagaimana yang telah disiapkan oleh Kementerian ESDM.

“Pemerintah bersama stakeholder (pemangku kepentingan) sudah mempersiapkan roadmap (peta jalan), misalnya target bauran energi terbarukan hingga tahun 2029,” ucap Syarif.

Komisi XII yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) juga menyoroti pelaksanaan program listrik desa yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan listrik di wilayah 3T, atau tertinggal, terdepan, dan terluar.

“PLN juga tengah melaksanakan program listrik desa sesuai dengan arahan Presiden agar 100 persen masyarakat mendapatkan akses listrik,” ucapnya.

Terkait dengan tingginya subsidi untuk sektor energi, Syarif menilai penting bagi para legislator untuk memperkuat regulasi agar subsidi listrik benar-benar tepat sasaran.

Dengan subsidi yang tepat sasaran, Syarif meyakini akan terwujud keadilan energi di Tanah Air.

“Jangan sampai subsidi justru dinikmati kelompok yang tidak berhak. Melalui revisi undang-undang ini, kami ingin memastikan aturan turunannya lebih jelas dan tegas,” kata dia.

Syarif menegaskan perlunya percepatan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan yang sudah berusia 15 tahun.

Menurutnya, banyak pasal dalam undang-undang tersebut sudah tidak lagi mencerminkan kebutuhan kemandirian energi serta keadilan bagi masyarakat.

“Kami di DPR RI mengambil inisiatif untuk merevisinya agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam hal kemandirian energi, keadilan, dan persiapan menuju energi terbarukan,” kata Syarif.

  • RUU Ketenagalistrikan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Bali Kirim Lima Truk Berisi Kebutuhan Warga

Seru, Komplek TNI AU Waringin Permai Laksanakan Upacara Bendera, Perlombaan Olahraga hingga Panggung Hiburan

Rektor UI: Masih Banyak PR Pendidikan yang Harus Diselesaikan

Pemerintah Kabupaten Tangerang Siap Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana NTT

Program Pendidikan Gratis Papua Tengah Jangkau 64.000 Pelajar dan Mahasiswa

Gempa Flores, Polda NTT Berangkatkan 125 Personel Bantu Penanganan

Hayooo Tebak, Siapa Menang Duel Janice dan Mirra Andreeva di Cincinnati?

Terkendala Lahan, Kodim Banyumas Sebut 182 dari Target 331 Gerai Kopdes Merah Putih Telah Selesai Dibangun

Kodim 0701/Banyumas Sebut 182 Gerai KDKMP Telah Dibangun

Gunakan Kain Songket dan Ronce saat Peringatan HUT Ke-81 RI, Presiden Prabowo Dinilai Bawa Identitas dan Budaya RI

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

BPBD Menyebut Asap Karhutla di Jambi Berkurang Dampak Turun Hujan

20.500 Narapidana di Jabar Dapatkan Remisi HUT RI

Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Sorong Susun Konsep Penerapan Bahasa Moi di Sekolah

Pangdam XVII/Cenderawasih: Perayaan HUT Ke-81 RI di Papua Berlangsung Aman

Momentum Bersejarah, 73 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Pontianak Ikuti Upacara Perdana Peringatan HUT Ke-81 RI

Pemprov Jambi Luncurkan Program Pemutihan Pajak di HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Program Zero Waste to Money Banyumas Mulai Menampakkan Hasil

Bupati Banyumas Pastikan Bus Trans Banyumas Tetap Beroperasi

Praktik Digitalisasi akan Dimanfaatkan Kalbar untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.