Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo: Pemerintahan Bersih Diperlukan agar Bisa Makmurkan Rakyat

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 01:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Prabowo: Pemerintahan Bersih Diperlukan agar Bisa Makmurkan Rakyat Doc: istimewa
Ket. Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan kepada Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Tangerang, Banten, Kamis (28/8) kembali menegaskan komitmennya untuk membangun pemerintahan bersih dari praktik korupsi.

Presiden Prabowo menyampaikan pentingnya melakukan koreksi diri. Menurut Presiden Prabowo, pemerintahan yang bersih diperlukan agar bisa menghadirkan kemakmuran bagi rakyat.

 Dia pun menyinggung kasus hukum yang menyandung anggota Partai Gerindra yakni Immanuel Ebenezer. Menurutnya mantan Wamenaker yang menjadi tersangka KPK dalam kasus pemerasan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) itu membuatnya malu.

Meski Immanuel Ebenezer adalah anggota Partai Gerindra, Presiden Prabowo yang merupakan Ketum Partai Gerindra menegaskan tidak akan memberikan perlindungan. “Saya kadang-kadang ngeri juga dengan ucapan saya. Di MPR tanggal 15 Agustus, ingat pidato saya, “Kalau pun ada anggota Gerindra yang melanggar, saya tidak akan lindungi.’ Eh, beberapa hari kemudian, ada anggota Gerindra yang tertangkap,” kata Presiden.

Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer yang merupakan anggota Partai Gerindra ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (20/8) malam atau lima hari setelah pidato Presiden di MPR atas tuduhan kasus pemerasan pengurusan sertifikat K3.

Pengamat Hukum dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho yang diminta tanggapannya meminta aparat penegak hukum memberi perhatian serius pada titik-titik rawan korupsi, terutama dalam proses mekanisme pemilihan pejabat melalui fit and proper test. 

“Banyak kasus menunjukkan calon pejabat diwajibkan setor agar bisa lolos uji kelayakan. Kalau ini dibiarkan, maka pejabat terpilih bukan karena kapabilitas, tapi karena transaksi di belakang layar,” kata Hardjuno di Jakarta, Kamis (29/8).

Kondisi tersebut jelasnya sangat berbahaya, karena pejabat yang terpilih dengan cara tidak sehat cenderung mengabdi pada kepentingan kelompok tertentu, bukan rakyat. “Dampaknya jelas, kebijakan publik bisa diarahkan untuk melayani sponsor politiknya. Ini yang merugikan negara,” tegasnya. Pengawasan ketat katanya harus dilakukan oleh KPK, Kejaksaan, maupun Kepolisian sejak tahap seleksi. “Pencegahan jauh lebih murah daripada penindakan.

 Begitu pejabat yang lahir dari proses cacat sudah berkuasa, membongkar kasusnya jauh lebih sulit,” kata Hardjuno. Hardjuno pun meminta agar pengawasan tidak berhenti pada penindakan kasus korupsi, tetapi harus diarahkan untuk mencegah potensi penyalahgunaan kewenangan sejak dini.

Kalau aparat penegak hukum serius mengawasi jalannya pelaksanaan fit and proper test dan pembahasan Undang-Undang, maka akan memberi sinyal yang kuat ke masyarakat bahwa era Pemerintahan Prabowo benar-benar berbeda. “Kalau titik rawan ini bisa dibersihkan, maka komitmen Presiden untuk pemerintahan bersih bukan hanya slogan, tapi nyata di lapangan,” kata Hardjuno.

Sangat Rawan

Sementara itu, pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan komitmen politik Presiden memerangi korupsi tidak cukup. Presiden harus meminta aparat penegak hukum KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian agar lebih aktif mengawasi ruang-ruang rawan korupsi.

Komitmen Presiden harus dibarengi dengan langkah-langkah sistemik, penguatan regulasi, keterlibatan publik dalam pengawasan, serta transparansi penuh dalam setiap proses seleksi pejabat publik.

 Sinergi Pemerintah dan penegak hukum serta partisipasi masyarakat sipil katanya, akan menjadi kunci menciptakan ekosistem politik yang lebih sehat dan pemerintahan yang benar benar bersih dari praktik korupsi. Secara terpisah, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan pemberian kewenangan legislasi dalam fit and proper test pejabat negara juga sangat rawan terjadi tukar suara. Anggaran Kementerian/Lembaga terkait pun menjadi alat untuk menukar suara agar terpilih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Pelatihan fotografi produk UMKM

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Pelatihan fotografi produk ...

Festival Olahraga Rakyat Jakarta 2026

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Festival Olahraga Rakyat Ja...
Ekonomi
Banpres rehabilitasi usaha ...
Daerah
Ritual fangsheng komunitas ...
Daerah
Target ekspor industri mebe...

Final Kejurnas GTX Motocross 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Final Kejurnas GTX Motocros...
Daerah
Disbudpar: Pemkab Siapkan R...
Megapolitan
Polisi Tangkap Pria DA, Did...
Megapolitan
Pria 42 Tahun Diduga Curi M...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.