PBNU Desak Pemerintah Keluarkan Kebijakan Tepat dan Cepat Redam Ketegangan
Jumat, 29 Agu 2025, 14:23 WIBJAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak pemerintah segera mengambil kebijakan yang tepat dan cepat agar persoalan tidak berlarut dan demi meredam ketegangan.
"Semoga dapat segera mengambil sikap yang akan membawa keadaan lebih sejuk, keadaan lebih tenang, sehingga memberi kesempatan dan ruang bagi kita semua untuk mengelola semua masalah ini menjadi lebih baik," ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Jakarta, Jumat (29/8).
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya merespons meninggalnya seorang pengemudi ojek daring Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis milik aparat kepolisian.
Gus Yahya menegaskan NU turut mendukung aspirasi masyarakat dan bersama mengikhtiarkan segala harapan tersebut.
Oleh karena itu, ia meminta kepada segenap warga masyarakat, termasuk kepada mahasiswa, agar mencoba mencari jalan yang lebih tenang.
"Insya Allah, NU akan ikut serta mendukung, mendampingi, dan ikut menyuarakan mengupayakan apa yang menjadi harapan dan aspirasi dari masyarakat tersebut," kata dia.
Ia menegaskan bahwa musibah yang terjadi harus segera ditangani dengan seadil-adilnya dan dilakukan secara transparan.
"Saya kira tidak ada lagi jalan untuk tidak menanganinya secara adil dan transparan. Saya yakin sekali sesudah ini akan ada proses yang adil dan transparan untuk menangani musibah yang sudah terjadi," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk menenangkan keadaan bersama-sama. Sebab, kondisi demikian membuat aspirasi masyarakat sudah didengar.
Gus Yahya juga mengajak masyarakat untuk selanjutnya mencari mekanisme yang lebih tenang dan konstruktif untuk mencapai kebijakan-kebijakan yang diperlukan dan memenuhi aspirasi-aspirasi tersebut.
"Saya kira sekarang sudah tidak mungkin bahwa aspirasi ini kurang didengar oleh siapapun yang berwenang, semua sudah mendengar," ujarnya.
"Tentang bagaimana kebijakan nanti, mari kita bangun mekanisme yang lebih tenang, mekanisme yang lebih substansial untuk mencari jalan keluar bagi pemenuhan aspirasi-aspirasi tersebut," kata dia.
Ia juga menekankan tidak perlu memperturutkan emosi, tidak perlu meluapkan kemarahan dan kesedihan secara berlebihan. Namun, segalanya harus diupayakan dengan cara yang lebih konstruktif demi kepentingan bersama.
"Mari kita berpikir tentang kepentingan bersama dari sebuah bangsa di tengah keadaan ini untuk menghadap tantangan yang besar dan kita harus survive bersama, bertahan bersama demi kepentingan kita bersama," katanya.
- Pemerintah
- PBNU
- Redam Ketegangan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Gus Yahya Ajak Seluruh Pengurus NU Menyiapkan Muktamar ke 35 NU Secara Sah
-
Beras SPHP Dipastikan Tak Naik, Namun Pembelian Dibatasi
-
Kopenhagen Dikepung Aksi Bela Greenland
-
Perang di Timur Tengah Akan Percepat Pengembangan EBT
-
Industri Streaming Indonesia 2025 Melaju Pesat, Konten Lokal dan Gen Z Jadi Penggerak Utama
-
Update Cadangan Beras Pemerintah April 2026: Bulog Kelola 4,59 Juta Ton Stok Nasional
-
Jelang Mudik, Kendaraan Masuk DIY dari Tol Prambanan Bertambah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.