- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kopenhagen Dikepung Aksi B...
Kopenhagen Dikepung Aksi Bela Greenland
Minggu, 18 Jan 2026, 23:06 WIBKOPENHAGEN - Demonstrasi besar-besaran menentang tindakan dan pernyataan Amerika Serikat (AS) yang mengungkapkan niat untuk mengambil alih Greenland digelar pada Sabtu (17/1) di sejumlah kota di Denmark dan Greenland.
Aksi protes besar-besaran di sejumlah kota di Denmark dan Greenland dipenuhi slogan-slogan seperti "Make America Go Away" (Usir Amerika) sambil menentang tindakan dan pernyataan AS, sekaligus menegaskan kedaulatan Greenland.
Di Kopenhagen, ibu kota Denmark, sekelompok besar pengunjuk rasa berkumpul di Lapangan Balai Kota di pusat Kopenhagen sekitar pukul 12.00 waktu setempat sebelum bergerak menuju Kedutaan Besar AS, yang berjarak sekitar 2 kilometer. Massa terdiri dari warga Denmark dan Greenland, banyak di antaranya membawa bendera Denmark dan Greenland saat berpawai melintasi jalan-jalan ibu kota.
Di Nuuk, ibu kota Greenland, pengunjuk rasa mulai berkumpul sejak siang hari sambil meneriakkan slogan-slogan berbunyi "Greenland milik orang Greenland". Aksi ini menarik partisipasi luas, termasuk Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, yang mengibarkan bendera Greenland saat massa meneriakkan slogan dan menyanyikan lagu-lagu tradisional Inuit di tengah hujan ringan. Banyak peserta mengenakan topi bertuliskan "Make America Go Away".
Protes serupa juga diadakan atau direncanakan di sejumlah kota Denmark termasuk Aarhus, Odense, dan Aalborg, serta di kota-kota Greenland seperti Aasiaat, Qaqortoq, dan Ilulissat, menurut media Denmark.
Greenland merupakan wilayah otonom di dalam Kerajaan Denmark, dengan Kopenhagen mengendalikan urusan pertahanan dan kebijakan luar negerinya. AS memiliki pangkalan militer di pulau tersebut.
Pada sore harinya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 10 persen terhadap semua barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia terkait isu Greenland mulai 1 Februari.
Tarif tersebut akan naik menjadi 25 persen per 1 Juni mendatang, dan akan tetap berlaku hingga kesepakatan untuk AS membeli Greenland tercapai, kata Trump di media sosial.
Sebelumnya, Trump telah berulang kali menunjukkan minat untuk mengambil alih Greenland, mulai dari membeli pulau tersebut selama masa jabatan presiden pertamanya, hingga saat ini menggunakan berbagai opsi termasuk kekuatan militer AS untuk merebut pulau otonom itu.
Perbedaan pendapat yang mendasar masih tetap ada terkait masa depan Greenland usai pertemuan antara pejabat tinggi AS, Denmark, dan Greenland pada Rabu (14/1).
Menyusul pertemuan pada Rabu di Washington dengan Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, Menlu Denmark Lars Lokke Rasmussen dan Menlu Greenland Vivian Motzfeldt menyatakan bahwa masih ada "perbedaan mendasar" mengenai masa depan Greenland. Ant/Xinhua
- Denmark
- copenhagen
- Greenland
- donald trump
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Korsel Desak Trump Pimpin Penyelesaian Damai dengan Korut
-
Kereta Dhoho Hantam Truk Muatan Pasir yang Mogok di Blitar
-
Trump Tak Puas dengan Tawaran Iran Buka Selat Hormuz
-
Dengan Riset Regenerasi Tulang Berbasis Stem Cell, FKG UI Luluskan Double Degree Pertama
-
Polda Jambi Pastikan Stok BBM Aman usai Penyesuaian Harga Nonsubsidi
-
BMKG Imbau Warga Waspadai Hujan Ringan hingga Sedang di Sulawesi Tenggara Hari Ini
-
AS Harus Luncurkan 7.800 Satelit Demi Wujudkan Ambisi Golden Dome
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.