Update Cadangan Beras Pemerintah April 2026: Bulog Kelola 4,59 Juta Ton Stok Nasional

Rabu, 08 Apr 2026, 02:24 WIB

JAKARTA - Perum Bulog memastikan kesiapan infrastruktur logistik nasional dengan mengelola cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 4,59 juta ton guna menjamin stabilitas pasokan pangan di tengah masa panen raya 2026.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa saat ini kapasitas penyimpanan masih sangat mencukupi dengan ketersediaan ruang kosong mencapai 1,07 juta ton, yang memungkinkan penyerapan gabah petani dilakukan secara optimal untuk menjaga harga di tingkat produsen.

Ket. Foto: Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri), Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto (kanan), didampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah), memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (7/4). — Sumber: ANTARA/Harianto

Untuk mendukung penyimpanan cadangan pangan pemerintah, Bulog masih memiliki sisa kapasitas gudang sekitar 1,07 juta ton, sehingga memungkinkan penyerapan gabah petani di dalam negeri secara optimal selama memasuki masa panen.

"Kami laporkan jumlah cadangan beras pemerintah sesuai dengan yang disampaikan oleh Pak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) tadi per hari ini (Selasa, 7 April 2026 red.) sudah 4,59 juta ton. Nah ini kami siapkan juga cadangan space gudang, masih tersisa 1,07 juta ton space gudang kami," kata Rizal dalam rapat tersebut.

Dia menyampaikan kapasitas gudang juga didukung oleh jaringan gudang sewa yang mencapai total sekitar dua juta ton, serta tambahan kapasitas dari proses sewa lanjutan dan pembangunan fasilitas baru.

"Dengan perincian gudang yang kami sewa itu totalnya mencapai dua juta ton. Kemudian yang sedang proses sewa lanjutan (kapasitasnya) 7,62 (ton) dan sedang proses bangun sekitar 250 ton," ujarnya.

Sementara itu, cadangan jagung pemerintah tercatat mencapai 175.598 ton dengan total kapasitas gudang 275.444 ton, sehingga masih tersedia ruang penyimpanan sekitar 99.846 ton untuk komoditas tersebut.

Ke depan, Bulog akan membangun 100 infrastruktur pascapanen untuk beras dan jagung sesuai arahan Presiden guna memperkuat sistem logistik dan meningkatkan efisiensi pengelolaan cadangan pangan nasional.

Sebelumnya, Bulog segera melakukan pembangunan 100 gudang baru guna memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan pascapanen.

Program pembangunan itu direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, yang terdiri atas sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.

Adapun rencana pembangunan infrastruktur pascapanen itu meliputi 94 unit gudang penyimpanan; enam unit silo gabah; delapan unit silo jagung; 17 unit dryer beras; 17 unit rice milling unit (RMU); delapan unit dryer jagung; dan sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.

Dalam pelaksanaannya, setiap lokasi akan melalui uji kelayakan teknis seperti soil test, analisis kemiringan lahan, serta kajian akses jalan guna mendukung mobilisasi angkutan logistik.

Rizal menuturkan pembangunan fisik akan dilaksanakan BUMN karya sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 terkait pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.

Infrastruktur itu akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas lengkap berupa dryer, RMU, silo, hingga sistem mekanisasi dan otomatisasi modern.

Sementara itu, di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan difokuskan pada gudang penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem.

  • ketahanan pangan
  • perum bulog
  • cadangan beras pemerintah
  • stok beras nasional
  • logistik pangan

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.