Ekonomi Biru Dipacu Lewat MBG, UMKM Perikanan Didorong Masuk Lautan Bisnis

Jumat, 29 Agu 2025, 19:45 WIB

MAROS – Langkah Kementerian UMKM memperkuat sektor perikanan dalam ekosistem Merdeka Berusaha Gotong Royong (MBG) mencerminkan upaya strategis mendorong inklusi usaha kecil dalam rantai nilai ekonomi biru.

Integrasi sektor perikanan ke dalam MBG bukan hanya memperluas akses pembiayaan, pasar, dan digitalisasi bagi pelaku UMKM, tetapi juga meningkatkan daya saing komoditas perikanan lokal di tingkat nasional maupun global.

Ket. Foto: Hasil tangkapan ikan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). — Sumber: ANTARA/Fathnur Rohman.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan antarwilayah, memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani, serta membuka lapangan kerja baru di daerah pesisir.

Meski demikian, keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pendampingan, ketersediaan infrastruktur rantai dingin, serta kolaborasi lintas kementerian dan swasta untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat sektor perikanan dalam ekosistem Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan fokus program perluasan keterlibatan UMKM dalam MBG di Kabupaten Maros kali ini adalah mengoptimalkan sektor perikanan melalui pendampingan usaha berbasis ekosistem hulu ke hilir.

"Penguatan ekosistem UMKM sektor perikanan dalam hal ini mulai legalitas, peningkatan kapasitas, pembiayaan, perluasan pasar, dan kemitraan antara UMKM pemasok potensial dan dapur-dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)," ujar Riza di Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (29/8).

Menurut Riza, sektor perikanan sangat strategis dalam pemenuhan gizi dan penguatan ekonomi lokal.

Dia menambahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, adaproduksi lebih dari 9.100 ton ikan bandeng per tahun di Kabupaten Maros.

"Di lokasi tambak ini sendiri, dalam satu kolam ukuran 2.500 meter persegi dapat menghasilkan sekitar 1.500-3.500 ekor per sekali panen," ujarnya saat meninjau produksi ikan bandeng di lokasi pengolahan Bandeng Tanpa Duri (Batari) oleh UMKM Marlo Jaya di Maros.

Dengan jumlah produksi yang besar itu, ia berpendapat sektor perikanan, khususnya di Kabupaten Maros, bisa mengambil peran lebih besar dalam ekosistem MBG ke depannya.

Sementara itu dalam kunjungannya ke SPPG Maros Mandai I, Riza melakukan penempelan stiker SPPG Ramah UMKM. Ia menyebut penerima manfaat yang paling besar dari program MBG adalah pengusaha UMKM.

"Menteri UMKM selalu mengatakan bahwa pendapatan pengusaha UMKM akan lebih pasti dan lebih besar usahanya setelah adanya ekosistem MBG," katanya.

Riza menambahkan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ditargetkan bisa mencapai 41-48 SPPG dengan penerima manfaat sebanyak 121.915 orang.

"Saat ini baru ada 11 SPPG yang telah beroperasi. Ke depan akan ada penambahan SPPG dan diperkirakan masih dibutuhkan pasokan ikan bandeng dalam jumlah lebih besar untuk seluruh SPPG di Maros," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.