20 Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas di Malang Didorong Naik Kelas
Senin, 27 Jul 2026, 18:18 WIBJAKARTA â PT Danareksa (Persero) bersama Alunjiva Indonesia memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi inklusif dengan mendorong pengembangan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penyandang disabilitas melalui program Inklusif Danareksa Berkarya.
Sebanyak 20 pelaku usaha penyandang disabilitas mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan yang digelar secara langsung pada 21â23 Juli 2026 di Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan tatap muka tersebut merupakan bagian lanjutan dari proses pembelajaran daring yang telah diikuti peserta selama satu bulan sebelumnya.
Program tersebut dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha. Melalui sesi tatap muka, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai materi kewirausahaan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan yang telah diperoleh selama pembelajaran daring.
Peserta juga dapat berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk berbagi pengalaman dan membangun jejaring dengan sesama pengusaha penyandang disabilitas.
Dengan mengusung semangat pemberdayaan ekonomi yang inklusif, Inklusif Danareksa Berkarya, diarahkan untuk membantu peserta meningkatkan kompetensi kewirausahaan, memperluas jaringan usaha, serta menyusun strategi bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Co-Founder Alunjiva Indonesia, Fany Efrita, mengatakan antusiasme peserta selama mengikuti program menunjukkan adanya semangat yang kuat dari pelaku UMKM penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha mereka.
"Teman-teman penyandang disabilitas di Malang menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Mereka tidak hanya antusias mengembangkan usahanya, tetapi juga saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Semangat kolaborasi seperti inilah yang kami harapkan terus tumbuh, sehingga para pelaku UMKM dapat berkembang bersama dan semakin berdaya," ujar Fany melalui siaran pers pada hari Senin (27/7).
Menurutnya, proses pemberdayaan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan individu, tetapi juga bagaimana para pelaku usaha dapat membangun ekosistem yang saling mendukung. Jejaring antarpelaku usaha diharapkan dapat menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan bisnis.
Sementara itu, Corporate Secretary & CSR PT Danareksa (Persero), Agus Widjaja, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kewirausahaan penyandang disabilitas berpotensi memberikan dampak yang lebih luas, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
"Bagi Danareksa, pemberdayaan ekonomi inklusif tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu. Ketika pelaku usaha penyandang disabilitas mampu meningkatkan kualitas usahanya, memperluas akses pasar, dan membangun bisnis yang berkelanjutan, mereka turut menciptakan nilai tambah bagi keluarga, membuka peluang ekonomi di lingkungan sekitarnya, serta memperkuat rantai nilai di daerah," kata Agus.
Ia menambahkan, program Inklusif Danareksa Berkarya diharapkan dapat membantu peserta mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki sekaligus mendorong mereka untuk mengambil peran yang lebih besar dalam aktivitas perekonomian.
Pelaksanaan program tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang. Dukungan pemerintah daerah dalam kegiatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Pivi Dwi Saputri.
Keterlibatan pemerintah daerah dinilai menjadi bagian dari sinergi lintas sektor untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM penyandang disabilitas. Kolaborasi antara sektor korporasi, organisasi pendamping, dan pemerintah daerah diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih terbuka dan inklusif.
Melalui program tersebut, PT Danareksa (Persero) dan Alunjiva Indonesia berharap peserta dapat memperoleh bekal yang relevan untuk mengembangkan usaha secara lebih terarah dan mandiri.
Pengetahuan, pendampingan, serta jejaring yang diperoleh selama program diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha penyandang disabilitas untuk meningkatkan daya saing sekaligus memberikan kontribusi ekonomi bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
- Kewirausahaan
- Penyandang Disabilitas
- Danareksa
- Ekonomi Inklusif
- Pemberdayaan Ekonomi
- UMKM
- UMKM disabilitas
- Alunjiva Indonesia
- Kewirausahaan Inklusif
- Pelaku Usaha Disabilitas
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Inflasi Jateng pada Mei 2026
-
HUNDRED HOO HAA CUP 2026 Resmi Bergulir, Hadirkan Pebulutangkis Senior dari 14 Negara
-
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
-
Pemerintah Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah pada 2045 Lewat Perpres Baru
-
Pantai Jikumerasa Menjadi Sasaran TNI AL Bersih-bersih Rayakan Hari Lingkungan Hidup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.