Kuliner Nasi Jamblang Cirebon Kini Jadi Magnet Baru di Sleman, Loh Kok Bisa?
📅 Kamis, 28 Agu 2025, 19:10 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Titik Renggani
YOGYAKARTA - Yogyakarta kini memiliki tambahan kuliner khas Nusantara. Seorang pengusaha asal Cirebon menghadirkan nasi jamblang otentik sehingga menjadi magnet atau daya tarik tepatnya di kawasan Gamping, Sleman.
Nasi jamblang dikenal dengan penyajiannya menggunakan alas daun jati. Aroma daun jati meresap ke nasi, memberi wangi alami otentik.
Daya tarik utama nasi jamblang ada pada ragam lauk pauk yang disajikan. Mulai sate usus, tahu sayur, paru goreng, hingga aneka sambal.
Semua lauk disajikan dalam porsi kecil bersama nasi. Cara itu membuat pembeli bisa mencicipi berbagai lauk dalam satu piring.
“Nasi Jamblang ini punya keunikan karena banyak isinya. Rasanya juga otentik seperti di Cirebon,” kata Ema, Kamis (28/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, seluruh bumbu dan resep tetap dijaga keasliannya. Tujuannya agar pembeli merasakan sensasi kuliner sama seperti di kota asalnya.
Kehadiran Nasi Jamblang Ini Budi menjadi pelepas rindu perantau asal Cirebon. Sekaligus magnet baru warga lokal maupun wisatawan yang mencari pengalaman kuliner berbeda.
Berlokasi strategis di Nyamplung, Gamping, Sleman, warung ini selalu ramai dikunjungi. Setiap hari buka pukul 16.00 WIB hingga persediaan habis.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya senang makan Nasi Jamblang karena variasi makan jadi bertambah. Rasanya enak, harganya pas di kantong mahasiswa,” kata dia.
Dengan membawa keunikan nasi jamblang, UMKM Ini Budi tidak sekadar berjualan. Kehadirannya memperkaya khasanah kuliner Yogyakarta sekaligus mengenalkan kekayaan rasa Nusantara. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!