Juara Bertahan PSG dan Rival Menanti Undian Liga Champions
📅 Kamis, 28 Agu 2025, 09:33 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MONAKO- Paris Saint-Germain (PSG) bersiap mengetahui jalan yang harus mereka tempuh untuk mempertahankan gelar Liga Champions ketika undian fase liga dengan 36 tim digelar di Monako, Kamis (28/8) pukul 23:00 malam WIB.
Musim lalu, Les Parisiens mencatat sejarah dengan meraih trofi Liga Champions pertama mereka setelah menutup kompetisi dengan kemenangan sensasional 5-0 atas Inter Milan di final di Munich. Itu merupakan edisi perdana dengan format baru, menggantikan babak grup yang sudah digunakan lebih dari dua dekade.
Dalam format baru ini, semua tim digabung dalam satu klasemen besar dan memainkan delapan laga melawan delapan lawan berbeda. PSG kala itu hanya finis di posisi ke-15 pada fase liga, namun secara dramatis lolos ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Liverpool lewat adu penalti. Setelah itu, skuad asuhan Luis Enrique terus melaju hingga akhirnya menjadi klub Prancis kedua yang pernah menjuarai Liga Champions, setelah Marseille pada tahun 1993.
Kini, ambisi PSG semakin tinggi: mempertahankan gelar. Tugas yang dalam 35 tahun terakhir hanya berhasil dilakukan oleh Real Madrid.
“Musim lalu kami mewujudkan mimpi semua orang yang terhubung dengan klub ini,” ujar Enrique baru-baru ini. “Tapi kami ingin terus menulis sejarah. Itu berarti mencoba memenangi dua Liga Champions secara beruntun. Itulah target kami. Musim lalu tidak ada yang percaya kami bisa melakukannya, dan kami membuktikan sebaliknya. Mimpi sekarang adalah mengulanginya. Kami tahu tantangannya berat, tapi kami senang memiliki mimpi itu.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemenangan PSG sekaligus mematahkan dominasi dua dekade di mana juara selalu datang dari Inggris, Spanyol, Jerman, atau Italia. Namun, negara-negara tersebut tetap mendominasi. Dari 36 kontestan, 19 di antaranya berasal dari empat liga besar Eropa tersebut. Liga Inggris bahkan menyumbang enam tim, termasuk Tottenham Hotspur yang lolos setelah memenangi Liga Europa.
Dengan tiga wakil dari Prancis, ruang untuk klub-klub dari liga kecil semakin terbatas. Hanya 16 negara dari total 55 anggota UEFA yang berhasil menempatkan timnya di fase utama Liga Champions.
Meski begitu, tetap ada kejutan. Separuh dari tim peserta musim ini tidak ambil bagian pada fase liga tahun lalu. Kairat Almaty mencatat sejarah dengan menyingkirkan Celtic di babak play-off dan menjadi tim kedua asal Kazakhstan yang tampil di Liga Champions, setelah Astana pada musim 2015-16. Kota Almaty sendiri berjarak sekitar 5.800 km dari Budapest, lokasi final Liga Champions musim ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bodo/Glimt, semifinalis Liga Europa musim lalu, juga menorehkan sejarah dengan tampil pertama kali di ajang ini. Klub asal Norwegia itu menjadi wakil pertama sejak Rosenborg pada 2007-08. Dari Belgia, Union Saint-Gilloise juga mencatat debut bersejarah usai menjuarai liga untuk pertama kalinya dalam 90 tahun.
Kisah inspiratif juga datang dari Pafos. Klub asal Siprus yang diperkuat mantan bek Chelsea, PSG, dan Arsenal, David Luiz (38), sukses lolos usai menjuarai liga domestik. “Kami ibarat kambing hitam Liga Champions. Semua orang berharap kami akan kalah, tapi kami akan bertarung, bersaing, dan menikmati perjalanan ini,” kata pelatih Juan Carlos Carcedo, eks asisten lama Unai Emery, kepada Marca.
Hadah Uang
Selain gengsi, hadiah finansial yang ditawarkan Liga Champions musim ini juga menggiurkan. UEFA memperkirakan total dana hadiah mendekati 2,5 miliar euro (44 triliun rupiah). Tim juara bisa mengantongi lebih dari 100 juta euro, belum termasuk pemasukan dari hak siar televisi dan koefisien peringkat. PSG sendiri dikabarkan meraup hampir 150 juta euro (2,6 triliun rupiah) berkat keberhasilan mereka musim lalu.
Musim ini, persaingan diprediksi lebih ketat. Liverpool yang musim lalu memuncaki fase liga justru tersingkir lebih awal, sementara Barcelona, Arsenal, dan Inter yang finis tepat di bawah mereka, semuanya berhasil menembus semifinal. Fakta itu menegaskan, format baru penuh kejutan dan siapa pun bisa jadi kuda hitam.
Daftar Lengkap Peserta Liga Champions 2025/26
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!