Emma Raducanu Terlalu Tangguh Buat Janice Tjen. Lain Kali Dicoba Lagi
📅 Kamis, 28 Agu 2025, 13:46 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Harapan petenis Indonesia Janice Tjen untuk kembali membuat kejutan gagal. Dia dikalahkan petenis Inggris Emma Raducanu. Emma terlalu tangguh buat Janice. Namun, Emma memuji Janice Tjen dengan menyebut permainan tenisnya "berbahaya" usai laga babak kedua US Open, Rabu (27/8).
"Lawan yang sangat berbahaya," kata Raducanu dalam wawancara di lapangan usai menang 6-2, 6-1. Ya, mungkin ini pernyataan pemain yang rendah hati, agar Janice tidak down. "Ia bermain sangat baik. Saya pikir bola apa pun yang saya lemparkan ke tengah lapangan yang belum tentu cukup bagus, ia berhasil menyelesaikannya dengan mudah. Jadi saya sangat senang dengan penampilan hari ini," tutur Emma.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan babak pertamanya, Minggu (24/8) malam waktu setempat atau Senin WIB, Janice menyebut Raducanu sebagai sosok yang menginspirasi dirinya. Janice sedang cedera saat kuliah ketika Raducanu berhasil meraih gelar US Open 2021 sebagai petenis kualifikasi. Perjalanan Raducanu tersebut memotivasi Janice untuk dapat melakukan hal serupa.
Mendengar hal itu, Raducanu merasa senang walaupun mengaku sedikit merasa tertekan. "Saya pernah mendengarnya. Memang sedikit membuat tertekan, tetapi di saat yang sama rasanya sangat menyenangkan," kata Raducanu. "Saya pikir Janice bermain tenis yang sangat berbahaya. Dia telah melewati beberapa lawan yang tangguh. Mengalahkan salah satu unggulan teratas di babak pertama," tambahnya.
"Bermain sangat baik dan saya pikir dia bisa membangun dan membawa banyak kepercayaan diri dari pekan ini. Senang sekali bisa bertanding dengannya. Saya menantikan pertandingan berikutnya," ujar petenis berusia 22 tahun itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertandingan babak kedua US Open tersebut adalah kemenangan kedua Raducanu secara beruntun atas petenis kualifikasi yang tangguh, setelah hanya kehilangan tiga gim melawan mantan petenis ganda nomor 4 dunia, Ena Shibahara, di babak pertama.
Raducanu mampu membongkar pola permainan favorit Janice, yang tumbuh mengidolakan Ashleigh Barty, dengan forehand kuat. Raducanu menyerang backhand Janice tanpa henti, tanpa terganggu oleh pukulan slice petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu. "Tentu saja saya bermain penuh kewaspadaan hari ini," ujar Raducanu.
"Saya sangat senang dengan cara saya terus mendikte poin, saya terus mendikte permainan, dan tidak membiarkan dia terlalu sering menguasai lapangan," jelasnya. Sementara itu, perjalanan Janice terhenti setelah tampil gemilang memenangi tiga pertandingan kualifikasi dengan straight set.
Sebaiknya Anda baca juga:
Janice, yang mencatatkan menang-kalah 101-13 sejak lulus dari Pepperdine University Mei lalu menurut catatan WTA, juga mengejutkan unggulan ke-24, Veronika Kudermetova, di babak pertama dalam pertemuan pertama Janice dengan petenis Top 50.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!