Pemprov NTB Pastikan Pembangunan SAMOTA Tak Ganggu Ekosistem Hiu Paus
📅 Rabu, 27 Agu 2025, 11:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan pembangunan kawasan Samota yaitu akronim dari Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora, di Pulau Sumbawa, tidak berdampak terhadap ekosistem ikan hiu paus.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim mengatakan skema pengelolaan kawasan Samota berbasis ekonomi biru agar pembangunan selaras dengan kesejahteraan masyarakat dan kesehatan ekosistem laut.
"Samota termasuk salah satu kawasan yang direkomendasikan sebagai kawasan ekonomi cepat tumbuh," ujar Muslim dalam pernyataan di Mataram, Rabu.
Muslim menuturkan pemerintah memperluas cakupan kawasan konservasi untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam kelautan dan perikanan secara arif dan bijak, sehingga hiu paus yang bernama latin Rhincodon typus tidak akan terganggu atas pembangunan yang dilakukan di Samota.
Menurut dia, konservasi tidak membatasi nelayan menangkap ikan dan konservasi tidak membatasi investasi yang masuk ke kawasan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Inti konservasi adalah mengatur optimalisasi pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara arif dan bijak tanpa menyentuh zona inti yang menjadi tabungan ekologi kita dalam jangka panjang," pungkas Muslim.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, Pemerintah Provinsi NTB menetapkan Samota sebagai episentrum pembangunan ekonomi biru di Pulau Sumbawa.
Samota merupakan kawasan yang strategis karena memiliki banyak potensi sumber daya alam, cagar biosfer dunia, dan melingkupi tiga kabupaten berupa Kabupaten Sumbawa, Dompu, dan Bima.
Salah satu hewan yang menjadi perhatian dunia adalah hiu paus. Ikan terbesar yang memakan plankton itu adalah spesies kunci di Teluk Saleh.
Berdasarkan riset yang dilakukan Yayasan Konservasi Indonesia pada tahun 2017 sampai 2022, Teluk Saleh memiliki 108 individu hiu paus dan menjadikan kawasan perairan di sana sebagai habitat hiu paus terbesar kedua setelah Teluk Cenderawasih di Papua Barat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!