Hadapi Raducanu, Janice Tjen Membawa Asa Indonesia di US Open

Rabu, 27 Agu 2025, 07:52 WIB

NEW YORK – Babak kedua US Open 2025 akan menghadirkan laga antara bintang yang pernah meraih puncak kejayaan, Emma Raducanu, dengan petenis debutan yang baru mencetak sejarah bagi Indonesia, Janice Tjen. Pertemuan mereka di lapangan keras Flushing Meadows, Rabu (27/8) malam WIB, diperkirakan menjadi salah satu cerita menarik dari turnamen tahun ini. Laga akan dimainkan Rabu (27/8) pukul 22 WIB.

Raducanu datang dengan status mantan juara US Open 2021. Kemenangan gemilang sebagai petenis kualifikasi saat itu menjadikannya bintang secara instan, meski perjalanannya setelah itu penuh pasang surut. Kini, empat tahun berselang, petenis asal Inggris tersebut kembali menemukan ritme permainan. Kemenangannya di babak pertama atas Ena Shibahara dengan skor telak 6-1, 6-2 menandai titik balik kepercayaan dirinya.

Ket. Foto: Petenis Indonesia Janice Tjen tembus ke babak utama US Open 2025. — Sumber: Foto: WTA

“Saya merasa ini adalah penampilan paling percaya diri saya sejak 2021,” ujar Raducanu seperti dikutip The Guardian. “Butuh waktu lama untuk kembali ke level ini, tapi saya senang akhirnya bisa bermain bebas dan menikmati setiap pukulan.”

Di sisi lain, Janice Tjen menjadi salah satu kisah kejutan terbesar US Open tahun ini. Petenis berusia 24 tahun asal Indonesia itu melangkah ke babak utama melalui jalur kualifikasi tanpa kehilangan satu set pun. Lebih mengejutkan lagi, dia menyingkirkan unggulan ke-24, Veronika Kudermetova, lewat pertarungan tiga set 6-4, 4-6, 6-4. Kemenangan itu bukan hanya yang pertama di Grand Slam baginya, tetapi juga kemenangan utama pertama bagi tenis Indonesia dalam lebih dari dua dekade.

“Saya masih sulit percaya bisa menang di panggung sebesar ini,” kata Janice dikutip WTA Tennis. “Saya tumbuh dengan menonton Ashleigh Barty dan mencoba meniru caranya bermain. Sekarang saya berdiri di sini, melawan juara US Open, rasanya luar biasa. Tapi saya datang bukan hanya untuk berpartisipasi. Saya ingin terus bersaing,” tuturnya.

Secara peringkat, Raducanu yang kini berada di posisi 35 dunia jelas lebih diunggulkan ketimbang Janice di urutan 147. Pengalaman juga berpihak pada petenis Inggris berusia 22 tahun tersebut. Namun, momentum dan semangat underdog bisa memberi Janice senjata tambahan untuk membuat kejutan.

Bagi Raducanu, kemenangan akan menjaga jalannya menuju babak ketiga dan menegaskan bahwa comeback-nya bukan sekadar wacana. Bagi Janice, setiap poin yang dia raih di Arthur Ashe Stadium atau lapangan besar lainnya adalah bagian dari mimpi yang mulai nyata.

Sementara itu, Carlos Alcaraz memastikan langkah ke babak kedua US Open 2025 dan akan menghadapi petenis muda Italia, Mattia Bellucci. Juara US Open 2022 itu tampil solid dalam laga pembuka dengan menyingkirkan Reilly Opelka (Amerika Serikat) dan meraih kemenangan 6-4, 7-5, 6-4 dalam waktu dua jam lima menit di Arthur Ashe Stadium, Selasa (26/8).

Dengan rambut cepak barunya, Alcaraz memperlihatkan ketenangan menghadapi servis keras Opelka yang bertubuh 2,11 meter. Meski beberapa kali kehilangan ritme, petenis Spanyol berusia 21 tahun itu tetap mampu mengontrol pertandingan dengan variasi pukulan cepat dan agresif. “Pertandingan ini sangat sulit. Reilly punya servis luar biasa dan membuat saya kesulitan menemukan tempo. Tapi saya senang dengan penampilan saya,” ujar Alcaraz.

Di putaran kedua, Alcaraz akan menantang Mattia Bellucci, petenis 23 tahun yang tengah naik daun. Bellucci lolos setelah menyingkirkan petenis Tiongkok Shang Juncheng di babak pertama. Pertemuan ini bakal menjadi ujian bagi Alcaraz dalam upaya meraih gelar Grand Slam ketiganya, sekaligus menjaga jalur menuju trofi keduanya di New York.

Babak pertama turnamen edisi tahun ini juga langsung memunculkan kejutan besar. Unggulan keenam sekaligus juara Australia Open, Madison Keys, harus terhenti di babak pertama. Bermain di hadapan publik sendiri, dia ditaklukkan Renata Zarazua (Meksiko) 6-7 (10/12), 7-6 (7/3), 7-5. “Saya terlalu gugup, pergerakan saya melambat, dan banyak keputusan yang salah,” ujar Keys.

Sejarah baru tercipta lewat petenis kualifikasi Coleman Wong (Hong Kong) yang menorehkan kemenangan pertama di nomor tunggal Grand Slam era Open untuk negaranya setelah menundukkan Aleksandar Kovacevic (AS) 6-4, 7-5, 7-6 (7/4). ben/AFP/G-1

  • us open 2025

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.