Pemain Argentina Diselidiki FIFA Terkait Spanduk Politik Kontroversial Usai Tekuk Inggris

Jumat, 17 Jul 2026, 14:45 WIB

JAKARTA - FIFA mulai menyelidiki aksi kontroversial yang dilakukan para pemain Argentina setelah memastikan tiket ke final Piala Dunia FIFA 2026. Penyelidikan dilakukan menyusul munculnya spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina" yang dibentangkan saat perayaan kemenangan atas Inggris.

Kontroversi itu terjadi seusai Argentina menundukkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga semifinal di Atlanta. Setelah peluit panjang berbunyi, sejumlah pemain terlihat mengangkat spanduk yang berkaitan dengan sengketa wilayah Kepulauan Falkland, sehingga memicu reaksi keras dari pemerintah Inggris maupun otoritas Kepulauan Falkland.

Ket. Foto: FIFA mulai menyelidiki aksi kontroversial yang dilakukan para pemain Argentina setelah memastikan tiket ke final Piala Dunia FIFA 2026. Penyelidikan dilakukan menyusul munculnya spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina" yang dibentangkan saat perayaan kemenangan atas Inggris. — Sumber: AFP

Aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan skuad Argentina sepanjang turnamen. Sebelumnya, para pemain juga sempat menyanyikan yel-yel yang menyinggung Kepulauan Falkland usai mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar.

Menurut laporan media Inggris, selebrasi tersebut dinilai menyinggung keluarga korban Perang Falkland yang terjadi pada 1982. Konflik bersenjata antara Inggris dan Argentina itu menewaskan ratusan personel militer dari kedua negara dan hingga kini masih menjadi isu yang sensitif.

"Spanduk itu telah memicu reaksi negatif dari Inggris, dengan banyak yang percaya bahwa itu menghina 255 tentara Inggris yang tewas selama Perang Falkland pada tahun 1982," tulis Mirror dalam laporannya.

Pemerintah Inggris juga merespons insiden tersebut melalui pernyataan resmi yang menegaskan kembali posisi mereka terhadap wilayah sengketa tersebut.

"Piala Dunia mungkin bukan milik kita, tetapi Kepulauan Falkland pasti milik kita," demikian bunyi pernyataan pemerintah Inggris yang dirilis pada Kamis.

Kontroversi itu turut memunculkan desakan dari sejumlah tokoh politik Inggris. Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, meminta FIFA menjatuhkan sanksi kepada pemain yang terlibat dalam selebrasi tersebut, termasuk usulan larangan tampil pada partai final melawan Spanyol.

Di sisi lain, Pemerintah Kepulauan Falkland dilaporkan telah mengirimkan surat resmi kepada FIFA sebagai bentuk protes atas aksi yang dilakukan para pemain Argentina. Otoritas setempat menilai selebrasi tersebut tidak sensitif mengingat sejarah konflik yang masih membekas bagi banyak pihak.

Menanggapi polemik tersebut, FIFA memastikan proses disipliner sedang berjalan. Badan sepak bola dunia itu menyatakan seluruh laporan pertandingan akan dipelajari sebelum memutuskan langkah lebih lanjut.

"Sesuai prosedur standar, Komite Disiplin independen FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan keadaan yang relevan sebelum memutuskan langkah selanjutnya," demikian pernyataan FIFA.

Kepulauan Falkland, yang oleh Argentina disebut Islas Malvinas, telah lama menjadi sumber sengketa antara kedua negara. Konflik bersenjata pada 1982 berlangsung selama sekitar 74 hari setelah Argentina menginvasi wilayah tersebut sebelum akhirnya Inggris kembali menguasai kepulauan yang berada di Samudra Atlantik Selatan itu.

Hasil penyelidikan FIFA diperkirakan menjadi perhatian menjelang partai final Piala Dunia 2026. Selain berpotensi memengaruhi Argentina, keputusan tersebut juga akan menjadi tolok ukur penerapan aturan FIFA terkait larangan penggunaan simbol atau pesan yang bernuansa politik dalam ajang sepak bola internasional.

  • FIFA
  • Piala Dunia
  • FIFA World Cup 2026
  • Piala Dunia 2026
  • Timnas Argentina
  • Turnamen Sepak Bola Dunia
  • Kepulauan Falkland

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.