• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dokter: Memperbaiki Asupan...

Dokter: Memperbaiki Asupan Gizi Bantu Optimalkan Masa Penyembuhan TBC

Selasa, 25 Mar 2025, 16:15 WIB

Jakarta, 25/3 - Dokter spesialis gizi klinis Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan dr. Krisnugra Ramdhani Rasyi M. Gizi  mengatakan pemberian asupan nutrisi yang tepat dapat membantu memperbaiki gizi selama masa penyembuhan tubercolosis atau TBC.

“Asesmen gizi dan pemberian konsulen gizi secara berkala, dan kita melakukan terapi gizi, pemberian nutrisi yang tepat, itu salah satunya juga dapat memengaruhi morbiditas dan mortalitasnya,” kata dr. Krisnugra dalam webinar yang diikuti secara daring, Selasa.

Ket. Foto: Ilustrasi - Dokter saat memeriksa pasien tuberkulosis (TB). — Sumber: ANTARA/Arif Firmansyah

Kris mengatakan pada pasien TBC yang sudah mendapatkan terapi obat biasanya merasakan efek samping seperti mual atau tidak nafsu makan. Hal ini menyebabkan asupan makannya berkurang sehingga asupan gizinya tidak optimal.

Infeksi tuberkolosis juga menyebabkan peningkatan kebutuhan energi untuk penyembuhan maupun meningkatkan berat badan apabila sudah masuk kondisi malnutrisi, sehingga imun tubuh juga akan ikut meningkat.

Kris mengatakan pelayanan gizi sebaiknya dilakukan awal sejak ditegakkan diagnosis TBC karena pemberian prinsip diet setiap pasien berbeda tergantung kondisi klinis yang didapatkan pada setiap pasien.

“Kalau yang mudahnya menggunakan Rule of Thumb, yaitu sekitar 35-40 kilokalori per kilogram berat badan, untuk protein bisa sampai 15-30 persen dari total kalori, atau bisa sampai 1,2-1,5 gram per kilogram berat badan, kemudian lemaknya di 25-35 persen dari total kalori yang kita berikan, kemudian karbohidrat 45-65 persen, dan seratnya 25 gram per hari,” jelas Kris.

Ia mengatakan, dari segi makronutrien, karbohidrat merupakan kebutuhan yang paling utama karena sumber energi untuk sel-sel berperan dalam sistem imun, memberikan rasa manis dan penghemat protein untuk dibakar menjadi energi. Pilihannya selain nasi juga bisa diberikan ubi, singkong atau talas.

Untuk protein, Kris mengatakan harus dibutuhkan dari luar untuk membentuk asam amino esensial pembentuk sistem imun, dan untuk mempertahankan masa otot bagi penderita TBC. Protein bisa didapatkan dari hewani seperti telur yang memiliki nilai biologis yang baik untuk pembentukan sistem imun dan mudah diserap tubuh.

Selain itu ada lemak untuk mengangkut vitamin, dan lemak tidak jenuh seperti omega-9 untuk mencegah peradangan pada penyakit kronik, dan perlunya pemenuhan vitamin dan mineral.

“Pada penderita TB itu biasanya turun, seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, terus kemudian mineral-mineral seperti besi, seng, dan selenium itu di berbagai penelitian turun pada penderita TB. Namun dikatakan bahwa setelah pemberian obat, terutama pada fase intensif 2 bulan pertama itu, vitamin dan mineral itu dapat kembali menjadi normal,” kata Kris.

Kris memberikan tips jika pasien TBC mengalami anoreksia dan tidak nafsu makan, ia menyarankan untuk memberikan makanan favorit, atau diberikan dengan porsi kecil tapi sering. Bisa juga diberikan densitas kalori yang tinggi misalnya pemberian susu tinggi kalori, makanan yang dikentalkan dan hindari makanan beraroma menyengat.

Hindari juga makanan yang digoreng atau banyak minyak, berikan makanan berkuah hangat dan makanan lunak karena efek obat bisa membuat pasien mual atau muntah.

“Kita juga berikan tetap porsi kecil dan sering, bahkan mungkin kita bisa berikan 2-3 jam. Kemudian hindari berbaring setelah makan, paling minimal 20 menit. Kemudian hindari aroma makan yang memicu mual, seperti berminyak atau santan, pada saat tidak mual kalau bisa mengonsumsi makanan yang lebih banyak, tetap berikan motivasi,” katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Arif

Berita Terbaru

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.