Transmigrasi Didorong Jadi Jurus Andalan Pemerintah Pacu Pertumbuhan

Senin, 25 Agu 2025, 17:40 WIB

JAKARTA - Transmigrasi merupakan kebijakan pemerataan penduduk dengan memindahkan warga dari daerah padat ke wilayah yang masih jarang penduduk. 

Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban demografis di daerah asal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tujuan melalui pembukaan lahan, pembangunan infrastruktur, dan penciptaan lapangan kerja. 

Ket. Foto: Wamenkeu Suahasil Nazara memberikan pembekalan bagi Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi di Jakarta, Senin (25/8/2025). — Sumber: ANTARA/Uyu Septiyati Liman.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan lahan, dukungan fasilitas sosial-ekonomi, serta kemampuan adaptasi transmigran dan masyarakat lokal agar tidak menimbulkan konflik sosial maupun degradasi lingkungan.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan bahwa program transmigrasi merupakan katalis untuk menghubungkan seluruh program prioritas (quick win) pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial (bansos), hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Banyak program yang dijalankan (oleh pemerintah), program transmigrasi adalah salah satu katalis untuk connecting all the programs (menghubungkan semua program) yang menjadi prioritas Presiden (Prabowo Subianto),” ujarnya saat memberikan pembekalan bagi Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi (Kementrans) di Jakarta, Senin (25/8).

Ia menuturkan, program transmigrasi saat ini dirancang untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui integrasi dengan berbagai program prioritas pemerintah, transmigrasi diharapkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem pembangunan yang inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menciptakan lapangan kerja dan kewirausahaan di daerah-daerah baru.

Suahasil pun meminta para peserta Program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi (Kementrans) untuk memastikan bahwa program quick win pemerintah telah menjangkau masyarakat di kawasan-kawasan transmigrasi.

“Sudah ada MBG belum di (kawasan transmigrasi) sini? Sudah ada MBG belum di kabupaten ini? Sudah ada MBG belum di kecamatan ini? Kapan MBG-nya akan muncul? Berapa banyak (yang dibutuhkan)? Akan secepat apa (program tersebut) muncul?” katanya.

Tidak hanya program yang baru saja digagas oleh pemerintah, ia menyatakan bahwa implementasi program yang sudah lama dijalankan juga perlu dievaluasi, salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH).

Suahasil meminta Tim Ekspedisi Patriot untuk memastikan masyarakat yang memenuhi syarat sebagai penerima bantuan PKH sudah mendapatkan hak mereka.

“Saya ingin Ibu dan Bapak sekalian melihat program itu semua di lapangan sebagai satu tim riset, the first ability is to connect the dots (kemampuan untuk mengaitkan dan menganalisa informasi). Bukan hanya sekedar melihat satu program secara kecil dan sempit,” tuturnya.

Lebih jauh, ia menilai keberhasilan program transmigrasi dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa nantinya dapat berkontribusi meningkatkan reputasi Indonesia di tingkat internasional.

“Kalau kita (Indonesia) punya reputasi, kita bisa ikut serta mewujudkan ketertiban dunia. Yang bisa mewujudkan ketertiban dunia adalah negara-negara yang punya reputasi,” ucap Suahasil Nazara.

Program Ekspedisi Patriot tahun ini diikuti oleh 2.000 peserta yang diterjunkan untuk memetakan serta meriset potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi. Anggaran yang digunakan untuk menyelenggarakan Ekspedisi Patriot tahun ini sekitar Rp176 miliar.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.