DPR Memang Pantas Didemo, Saat Krisis Tunjangan Malah Ditambah Rp50 Juta. Perolehan Tiap Anggota Rp280 Juta perbulan atau Rp2,8 Miliar Perta
📅 Senin, 25 Agu 2025, 13:40 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Untuk stabilisasi harga di Kotawaringin Timur dan Seruyan akan digelontorkan 2.700 ton beras. Saat ini yang digelontorkan baru 280 ton. Semoga ini beras bagus, bukan oplosan.
Perum Bulog menyatakan target pendistribusian beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan pada 2025 mencapai 2.700 ton.
"Target keseluruhan kami 2.700 ton untuk Kotim dan Seruyan, sampai saat ini realisasinya baru 280 ton. Untuk Polres Kotim, targetnya 681 ton dan sudah terjual lebih dari 100 ton lebih. Itu sangat membantu," kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Kalteng, Senin.
Bulog terus gencar memasarkan beras SPHP sebagai upaya pengendalian harga beras yang saat ini masih tinggi. Beras SPHP merupakan beras medium dengan kualitas bagus yang dipasarkan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat. Pemasarannya dilakukan oleh Bulog melalui berbagai saluran, baik melalui bantuan instansi pemerintah maupun mitra Bulog.
Harga beras SPHP Rp60.000 per karung 5 kilogram atau Rp12.000 per kilogram. Harga ini di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras medium yakni Rp65.500 untuk sak 5 kilogram.Hal ini juga tentu jauh lebih murah dibanding beras kemasan di pasaran yang saat ini ada yang mencapai Rp75.000 per sak 5 kg.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gencarnya pemasaran beras SPHP diharap membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Selain itu, intervensi pasar ini diharap bisa membuat harga beras di pasaran menjadi turun dan stabil. "Ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan beras berkualitas bagus dengan harga terjangkau," jelasnya.
Bulog Kotawaringin Timur, kata Fuad, masih melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Mandiri yang kini sudah menjangkau hingga ke kelurahan untuk membantu masyarakat yang ingin mendapatkan bahan pangan murah. GPM Mandiri merupakan upaya pemerintah dalam melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan guna menekan laju inflasi di daerah.
"Kotawaringin Timur menjadi perhatian karena daerah ini menjadi satu dari sejumlah daerah di Kalimantan Tengah yang menjadi lokasi penghitungan inflasi setiap bulannya," jelasnya. Semoga daerah-daerah lain juga segera diguyur beras yang bagus. Kalau perlu, jangan hanya beras, tetapi juga perlu diguyurkan kebutuhan lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!