Sinner dan Sabalenka Kembali Kejar Kemenangan di US Open 2025
Minggu, 24 Agu 2025, 09:41 WIBNEW YORK - Juara bertahan Jannik Sinner dan Aryna Sabalenka kembali mengejar kemenangan langka di US Open saat Grand Slam terakhir musim ini berlangsung di New York pada hari Minggu (24/8).
Petenis putri nomor satu dunia Sabalenka mengawali usahanya mempertahankan gelar juara tahun 2024 di lapangan pertunjukan Stadion Arthur Ashe di Billie Jean King National Tennis Center melawan pemain Swiss yang tidak diunggulkan Rebeka Masarova dalam salah satu acara puncak hari pembukaan tunggal, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah akan diadakan pada hari Minggu.
Sementara itu, petenis nomor satu dunia asal Italia, Sinner, memulai upayanya untuk meraih gelar juara berturut-turut pada hari Senin, saat ia menghadapi petenis nonunggulan asal Ceko, Vit Kopriva.
Baik Sabalenka maupun Sinner berusaha menjadi pemain pertama yang berhasil mempertahankan gelar mereka selama lebih dari satu dekade.
Tidak ada wanita yang mampu mengulangi prestasinya di US Open sejak Serena Williams memenangkan gelar terakhir dari rangkaian gelar tiga kali pada tahun 2014, menyusul kemenangan pada tahun 2013 dan 2012.Â
Di nomor putra, sudah 17 tahun berlalu sejak keberhasilan mempertahankan gelar, dengan kemenangan Roger Federer pada tahun 2008 mengakhiri rangkaian luar biasa lima kejuaraan berturut-turut.
Sabalenka yakin kesulitan dalam mengulang merupakan bagian dari tantangan dua minggu Flushing Meadows, di mana segalanya lebih berisik, lebih mencolok, dan lebih besar daripada Grand Slam lainnya.
"Saya rasa tekanannya sangat besar, tentu saja," kata pemain Belarusia itu.Â
"Hanya karena tempat ini begitu besar, dan terasa lebih besar daripada slam lainnya dalam beberapa hal.
"Mungkin setiap kali juara bertahan datang, mereka memberi begitu banyak tekanan pada diri mereka sendiri. Tapi saya merasa cukup berpengalaman untuk fokus pada diri sendiri dan mencoba mengulangi hasil itu."
Ketika ditanya pendapatnya tentang fakta bahwa 11 gelar US Open terakhir dibagi oleh 10 pemain, Sabalenka berkelakar: "Pikiran saya adalah mengubahnya."
Sinner menggemakan komentar Sabalenka, menghubungkan kesulitan mengulang di New York dengan kombinasi sejumlah faktor -- kelelahan di akhir musim, penjadwalan pertandingan, dan ukuran.
"Kita sedang menuju akhir musim, jadi beberapa pemain, mereka lelah," kata Sinner.
"Ini juga trofi besar terakhir tahun ini. Segalanya bisa berubah... Saya tidak tahu apa yang akan terjadi kali ini. Tapi tentu saja ini turnamen yang sangat, sangat sulit untuk dimainkan."
Sinner dan Sabalenka adalah unggulan teratas di turnamen yang akan meraih hadiah rekor $90 juta, menjadikan US Open sebagai turnamen terkaya di dunia. Juara tunggal putra dan putri masing-masing akan menerima $5 juta.
Ancaman terbesar bagi harapan Sinner untuk mempertahankan gelarnya kemungkinan datang dari unggulan kedua asal Spanyol Carlos Alcaraz.
Petenis berusia 22 tahun, pemenang AS Terbuka tahun 2022, telah menghadapi Sinner dua kali di final Grand Slam musim ini, memenangkan pertandingan klasik lima set di French Open pada bulan Juni sebelum kalah dari petenis Italia itu di final Wimbledon bulan lalu.
"Setiap kali kami berhadapan di lapangan, kami meningkatkan level ke level tertinggi," ujar Alcaraz pada hari Sabtu saat ia bersiap menghadapi petenis non-unggulan Amerika Reilly Opelka di babak pertama pada hari Senin.
Pada bagian putra, mantan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic juga akan mencoba lagi untuk memenangkan rekor Grand Slam ke-25.
Djokovic, 38, belum bermain sejak mencapai semifinal di Wimbledon bulan lalu, di mana ia dikalahkan telak oleh Sinner.
Kembali pada undian putri, Sabalenka akan mewaspadai ancaman yang ditimbulkan oleh unggulan kedua Iga Swiatek, yang melakukan pemanasan untuk New York dengan kemenangan di Cincinnati Open, yang kemudian diikuti dengan kemenangan terobosan di Wimbledon.
Swiatek memulai perjuangannya pada hari Senin melawan Emiliana Arango dari Kolombia.
Pertandingan putaran pertama hari Senin juga bisa menjadi saksi perpisahan Venus Williams di US Open. Legenda tenis berusia 45 tahun itu mendapatkan wildcard untuk masuk ke babak utama setelah baru-baru ini kembali bermain tenis setelah absen selama 16 bulan.
"Sangat menyenangkan bisa kembali," ujar Williams pada hari Sabtu menjelang penampilan ke-25 di US Open yang akan memecahkan rekor. "Rasanya tidak membosankan; justru semakin seru."
- US Open
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Korsel Pantau Kunjungan Pejabat Tinggi Keamanan Russia ke Korut
-
Mesin Industri Tak Berhenti, Manufaktur Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global
-
Danlanud Sultan Hasanuddin: Jaga Nama Baik Satuan Selama Melaksanakan Cuti Lebaran
-
Sudah Lama Tak Alami Kenaikan, Legislator Sebut Kenaikan Tarif PAM Jaya Masih Logis
-
Raducanu Menang, Langkah Janice Tjen di US Open Terhenti
-
Daftar Lengkap Jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri Terbaru Hasil RUPST
-
Pemerintah Tetapkan Lima Kebijakan Ekonomi Biru, Langkah Strategis untuk Laut dan Perekonomian Nasional
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.