Sabar/Reza Siap Jalani Debut Kejuaraan Dunia
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 07:12 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Foto PP PBSI
JAKARTA - Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, bersiap menorehkan sejarah pribadi saat tampil di Kejuaraan Dunia 2025. Pasangan nonpelatnas PBSI ini menerima undangan resmi dari Badminton World Federation (BWF) untuk bertanding di Paris, 25–31 Agustus mendatang.
Mereka akan menjadi satu dari tiga wakil Merah Putih di sektor ganda putra, bersama duet pelatnas Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. “Senang sekali karena ini kesempatan pertama kami. Dari dulu semua pemain pasti ingin main di Kejuaraan Dunia. Jadi saya pribadi sangat excited,” ujar Reza, Kamis (21/8).
Sabar tak kalah antusias. “Ini Kejuaraan Dunia perdana bagi kami berdua. Kami tidak mau terbebani, justru ingin enjoy dan menampilkan yang terbaik,” ujarnya. Perjalanan Sabar/Reza menuju level elite dunia bukanlah hal mudah. Sejak memutuskan keluar dari Pelatnas, keduanya merintis karir sebagai pasangan independen dengan segala keterbatasan. Mereka sempat terseok, namun justru dari titik itu lahir kebangkitan.
Dalam setahun terakhir, grafik prestasi mereka melonjak tajam. Gelar juara Spain Masters menjadi pembuka, disusul empat kali finis sebagai runner-up di tur BWF: Orleans Masters (Super 300), Hong Kong Open (Super 500), Macau Open (Super 300), dan China Masters (Super 750). Mereka juga menembus semifinal Swiss Open, Indonesia Open, hingga BWF World Tour Finals 2024.
Konsistensi berlanjut tahun ini. Sabar/Reza mencapai semifinal All England (Super 1000) serta runner-up di Indonesia Open dan Macau Open 2025. Rangkaian prestasi itu mengantar mereka ke jajaran delapan besar dunia, sekaligus menjadi satu-satunya ganda putra non-Pelatnas yang mampu menembus papan atas.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Syukur, meski prestasi naik-turun, ada beberapa gelar yang kami raih dan itu cukup untuk lolos ke Kejuaraan Dunia,” ucap Sabar. Bagi Reza, pencapaian ini terasa seperti balasan atas kerja keras bertahun-tahun. Dia menyebut pencapaian tersebut sangat berarti karena merangkak dari bawah. Dia tidak menyangka bisa sampai posisi sekarang karena saat keluar Pelatnas kondisinya sangat berat. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!