Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menuju University 4.0, Pemerintah Bentuk DPT Perkuat Ekosistem Pendidikan Tinggi Indonesia

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 09:07 WIB | Oleh:
Menuju University 4.0, Pemerintah Bentuk DPT Perkuat Ekosistem Pendidikan Tinggi Indonesia Doc: antara foto
Ket. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan melalui keterangan di Jakarta, Jumat (22/8).

JAKARTA - Pemerintah membentuk Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) dalam upaya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Indonesia, menjelang usia 100 tahun kemerdekaan.

DPT dibentuk melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 202/M/KEP/2025 dan Nomor 207/M/KEP/2025, sebagai langkah strategis dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi menuju University 4.0, di mana kampus tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

"DPT menjadi wadah partisipatif yang strategis untuk memastikan keterlibatan aktif, inklusif, dan berkelanjutan dari berbagai elemen masyarakat dalam merumuskan kebijakan pendidikan tinggi nasional," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan melalui keterangan di Jakarta, Jumat (22/8).

Adapun Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek Khairul Munadi menekankan menegaskan peran DPT sebagai mitra strategis kementerian dalam mendorong terwujudnya visi Diktisaintek Berdampak.

Visi tersebut merupakan sebuah konsep yang menghadirkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak menuju Indonesia Emas 2045.

"Karena itu, kami menekankan pemerataan akses, riset yang menjawab kebutuhan masyarakat, serta tata kelola yang berintegritas. Kehadiran DPT akan menjadi penguat dalam memastikan transformasi ini berjalan dengan partisipatif dan berkelanjutan," ujar Khairul.

Khairul menyebutkan DPT yang turut melibatkan pakar pendidikan seperti Muhadjir Effendy dan Muhammad Nuh akan mengawal peningkatan mutu, akses, relevansi, dan dampak pendidikan tinggi agar benar-benar dirasakan masyarakat.

Anggota DPT, jelas dia, dibagi ke dalam tiga komisi, yaitu pendidikan tinggi, sains dan teknologi, serta tata kelola, yang masing-masing berfokus pada pengembangan kebijakan sesuai bidangnya.

Menurutnya, paradigma transformasi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi menegaskan bahwa perguruan tinggi harus bergerak melampaui fungsi tradisionalnya, dengan peningkatan akses, mutu, dan relevansi menjadi fondasi utama, sementara dampak hadir sebagai penegas bahwa seluruh upaya tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.

"Dengan dukungan sains dan teknologi sebagai penghasil solusi, lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadi agen perubahan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial-ekologis, sekaligus pencapaian SDGs," ucap Khairul Munadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.