Iklim Berusaha di Indonesia Masih Hadapi Hambatan Struktural
📅 Rabu, 20 Agu 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiTim menambahkan, kondisi yang diungkap OJK sejalan dengan laporan World Competitiveness Yearbook dari Institute of Management Development (IMD), yang menempatkan Indonesia turun dari peringkat 27 menjadi 40. Hal itu, kata dia, menunjukkan bahwa persoalan tata kelola, baik di sektor pemerintah maupun swasta, masih dibayangi ekonomi biaya tinggi.
Ia mendorong Pemerintah segera menyiapkan paket stimulus deregulasi dan debirokratisasi, serupa dengan paket reformasi yang pernah dikeluarkan pada Oktober 1988. “Langkah itu terbukti efektif menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan dinamis,” kata Tim.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Rossanto Dwi Handoyo, hambatan struktural itu merupakan refleksi dari lambatnya efisiensi birokrasi dan belum meratanya pembangunan infrastruktur.
“Birokrasi kita masih dianggap tidak efisien, tidak luwes, bahkan dalam beberapa hal dinilai masih korup. Ini membuat investor global melihat bahwa iklim bisnis kita belum kompetitif. Indeks kualitas infrastruktur kita juga mengalami penurunan dari peringkat 28 ke 34. Ini memperlihatkan pembangunan belum berhasil mendorong efisiensi logistik maupun mobilitas ekonomi secara signifikan,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!