Asteroid Seukuran Bus Sedang Mendekati Bumi, NASA Terus Memantau
Selasa, 19 Agu 2025, 16:00 WIBNASA sedang memantau asteroid seukuran bus yang akan melintasi Bumi dengan kecepatan sekitar 15.200 mil per jam.
Menurut laporan Newsweek, asteroid "2025 PY1" akan berada pada jarak terdekatnya 183.000 mil dari planet kita, menurut Laboratorium Propulsi Jet (JPL) milik NASA.
Batuan luar angkasa itu diperkirakan berdiameter antara 25â55 kaki atau sekitar 7-16 meter, menurut Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) milik JPL.
Asteroid 2025 PY1 bukan satu-satunya asteroid yang akan berada di dekat planet kita hari ini. NASA juga melacak asteroid seukuran pesawat terbang yang dikenal dengan "2025 PB2" yang berdiameter sekitar 99 kaki (30 meter), serta asteroid seukuran rumah yang disebut "2025 QC," yang berdiameter sekitar 61 kaki (18,5 meter).
2025 PB2 diperkirakan akan berada pada jarak terdekatnya sekitar 1,34 juta mil dari Bumi, sementara 2025 QC hanya akan berada pada jarak 3,47 juta mil dari planet kita.
Asteroid adalah massa batuan kecil yang tersisa dari pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Mereka terkonsentrasi di sabuk asteroid utama, mengorbit matahari di antara lintasan Mars dan Jupiter.
Asteroid dengan orbit yang membawa mereka dalam jarak 120 juta mil dari matahari diklasifikasikan sebagai objek dekat Bumi (NEO). Ukuran kebanyakan NEO berkisar antara sekitar 3 meter hingga hampir 40 kilometer.
Pada bulan Februari, data CNEOS menunjukkan bahwa satu asteroid â "2024 YR4" â memiliki peluang menabrak Bumi sebesar 3,1 persen pada tahun 2032. Ini adalah "peluang tabrakan tertinggi yang pernah dicatat NASA untuk objek sebesar ini atau lebih besar," catat NASA saat itu.
Setelah melakukan pengamatan lebih lanjut, NASA menyimpulkan pada bulan Juni bahwa "objek tersebut tidak menimbulkan risiko dampak signifikan terhadap Bumi pada tahun 2032 dan seterusnya"âtetapi hal yang sama mungkin tidak berlaku untuk bulan.
"Kemungkinan asteroid tersebut menabrak Bulan sedikit meningkat dari 3,8 persen menjadi 4,3 persen," kata NASA. "Dengan kemungkinan kecil asteroid tersebut menabrak, orbit Bulan tidak akan berubah."
Menurut NASA, "Asteroid 2024 YR4 kini terlalu jauh untuk diamati dengan teleskop antariksa maupun darat. NASA berharap dapat melakukan pengamatan lebih lanjut ketika orbit asteroid tersebut mengelilingi Matahari membawanya kembali ke dekat Bumi pada tahun 2028."
 "Mayoritas objek dekat Bumi memiliki orbit yang tidak terlalu dekat dengan Bumi, sehingga tidak menimbulkan risiko benturan," catat NASA.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pemudik Lewat Jalur Jateng Selatan Perlu Berhati-hati, Beberapa Ruas Jalan di Purworejo Tergenang Banjir
-
Peringkat Janice Tjen Tembus 100 Besar Dunia
-
O’laya Magnifique: Jelajahi Kemewahan yang Tersembunyi
-
Benar Nih Jatim Tak Segan Tindak Premanisme Industri?
-
Gus Yasin Apresiasi Peran Muslimat NU dalam Pendidikan Anak dan Pemberdayaan UMKM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.