Babel Genjot Ekspor Nontimah! Rantai Pasok Solid Jadi Senjata

Senin, 18 Agu 2025, 15:55 WIB

PANGKALPINANG – Diversifikasi ekspor nontambang adalah strategi penting untuk meningkatkan daya saing, menstabilkan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja di suatu daerah.

Daerah yang terlalu bergantung pada satu jenis komoditas, misalnya hasil tambang, bakal rentan terhadap fluktuasi harga global. Karenanya, diversifikasi ekspor nontambang membantu menyeimbangkan pendapatan dan mengurangi risiko ekonomi.

Ket. Foto: Ilustrasi - Lada Putih Muntok Babel. — Sumber: ANTARA/HO-Kanwil Kemenkumham Babel.

Produk nontambang, seperti hasil pertanian olahan, kerajinan, tekstil, dan produk kreatif, memiliki peluang untuk diproses lebih lanjut sebelum diekspor. Hal ini meningkatkan nilai tambah dan memperkuat daya saing daerah di pasar internasional.

Diversifikasi ekspor membuka peluang bagi industri pengolahan, jasa, dan inovasi teknologi, sehingga ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada sumber daya alam mentah.

Dengan produk yang beragam, daerah lebih menarik bagi investor domestik maupun asing. Pasar internasional cenderung tertarik pada daerah yang menawarkan berbagai produk unggulan, bukan hanya bahan mentah.

Ketika pasar global mengalami guncangan harga komoditas tertentu, daerah yang memiliki ekspor nontambang yang beragam tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pendapatan daerah.

Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan temu eksportir, petani komoditas ekspor dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memperkuat rantai pasok ekspor komoditas nontimah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah ini.

"Kegiatan ini untuk mendorong komoditas ekspor nontimah seperti lada putih, ikan segar, produk olahan ikan dan lidi nipah," kata Kepala Ditjen Perbendaharaan Kepulauan Babel Syukriah, di Pangkalpinang, Senin (18/8).

Ia menyatakan kegiatan temu eksportir, petani komoditas ekspor, UMKM dan kelompok tani kali ini bertemakan “Kolaborasi Eksportir dan Supplier Komoditas Unggulan Babel: Penguatan UMKM dan Pengembangan Desa Devisa Menuju Pasar Ekspor”, guna memperkuat rantai pasok komoditas ekspor nontimah.

"Kita berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Babel, agar tidak terus bergantung terhadap hasil tambang yang pada akhirnya akan habis," katanya lagi.

Dia menyatakan saat ini terdapat tiga komoditas unggulan ekspor utama yang berasal dari Kepulauan Babel, hasil dari kurasi dan arahan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia yang merupakan salah satu Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan pada kegiatan sebelumnya.

Komoditas unggulan tersebut, yakni lada, ikan segar dan produk olahannya serta lidi nipah yang menjadi primadona komoditas ekspor unggulan yang berasal dari Kepulauan Babel selain komoditas timah.

"Ini untuk mendorong komoditas ekspor nontimah yang masih belum dioptimalkan mengingat timah masih mendominasi jumlah komoditas ekspor terbesar di wilayah daerah ini," katanya pula.

Menurut dia, potensi unggulan nontambang yang dimiliki Kepulauan Babel perlu terus didorong dan dioptimalkan pemanfataannya khususnya untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat khususnya para petani lada, nelayan dan petani lidi nipah, menambah lapangan pekerjaan yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Melalui akses pasar ekspor yang berkelanjutan, diharapkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha di hulu dapat meningkat secara signifikan," katanya lagi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.