Kaltim Angkat Pesona Wisata Berbasis Konservasi Mangrove

Rabu, 03 Jun 2026, 05:55 WIB

SAMARINDA - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengangkat pesona destinasi wisata alam berbasis konservasi mangrove untuk menarik minat kunjungan turis domestik maupun mancanegara.

"Pengembangan ekowisata seperti Bontang Mangrove Park membuktikan bahwa pelestarian alam dan edukasi lingkungan bisa menjadi daya tarik unggulan yang berdampak positif pada ekonomi masyarakat," kata Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda, Selasa (2/6).

Ket. Foto: Mangrove Park di Kaltim. — Sumber: antara foto

Destinasi Bontang Mangrove Park (BMP) yang berada di bawah naungan Taman Nasional Kutai tersebut memadukan tiga konsep utama pariwisata, yakni konservasi, edukasi, serta petualangan alam terbuka.

Para wisatawan dapat menikmati keasrian ekosistem mangrove seluas 279 hektare ini dengan menyusuri jembatan kayu ulin sepanjang 2,15 kilometer yang membelah rimbunnya dedaunan.

"Selain menawarkan lorong kanopi hijau yang sejuk, kawasan wisata ini juga menjadi ruang kelas alam bagi pengunjung untuk mengenal beragam vegetasi seperti Rhizophora sp dan Avicennia sp," papar Ririn.

Jika beruntung, ujar dia, pelancong yang singgah bisa menjumpai satwa penghuni hutan kebanggaan masyarakat Bontang tersebut, mulai dari bekantan, monyet ekor panjang, hingga bangau tong-tong.

Secara ekologis, cakap Ririn, jejaring akar pohon bakau di lokasi wisata ini bertindak sebagai perisai alami yang efektif membentengi daratan pesisir dari risiko abrasi dan gempuran ombak laut.

Pelestarian pesisir ini dibuktikan dengan data tutupan lahan mangrove di BMP yang justru mengalami perluasan signifikan dari 84,67 hektare pada tahun 2002 menjadi 279 hektare saat ini.

"Lokasinya yang mudah diakses dari pusat Kota Bontang menjadikan wahana ekologis dengan harga tiket terjangkau ini selalu menyedot puluhan ribu wisatawan setiap tahun," jelas Ririn.

Pengelolaan pariwisata hasil gotong royong antara pemerintah, swasta, serta masyarakat lokal ini bahkan telah mendapat apresiasi langsung dari Komisi IV DPR RI sebagai percontohan nasional.

Dispar Kaltim berharap model kolaborasi pariwisata di Bontang ini dapat direplikasi pada kabupaten dan kota lainnya agar kekayaan alam daerah tetap lestari sekaligus memajukan kesejahteraan warganya.

  • kaltim
  • Pesona Wisata
  • Berbasis Konservasi Mangrove

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.