Trump Bakal Umumkan Anggota Dewan Perdamian untuk Gaza

Jumat, 12 Des 2025, 01:00 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa anggota “Dewan Perdamaian” untuk Gaza yang terdiri dari para pemimpin global akan akan diumumkan pada awal tahun depan.

“Kita akan melakukannya awal tahun depan, dan Dewan Perdamaian itu akan menjadi salah satu dewan paling legendaris,” katanya kepada para wartawan di Gedung Putih, Rabu (10/12).

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump saat diskusi meja bundar di Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington, DC, Rabu (10/12). — Sumber: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS

“Mereka semua ingin terlibat. Pada dasarnya, itu akan berisi para pemimpin negara-negara terpenting. Mereka semua ingin menjadi bagian dari itu,” tambah Trump.

Dewan Perdamaian tersebut merupakan komponen kunci dari kesepakatan gencatan senjata Trump untuk Jalur Gaza yang terkepung, meskipun detail penting termasuk keanggotaannya belum diumumkan.

Dewan itu dijadwalkan memainkan peran pendukung dalam administrasi Gaza berdasarkan ketentuan kesepakatan gencatan senjata yang dirancang Trump.

Presiden AS tersebut mengatakan bahwa ia akan menjabat sebagai ketua kelompok itu. Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 70.000 orang yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai hampir 171.000 lainnya di Gaza.

Perang yang berlangsung lebih dari dua tahun tersebut berhenti setelah kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.

Sebelumnya AS mencari dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk rencana pengiriman pasukan asing ke Gaza guna membantu menjaga gencatan senjata rapuh yang menjadi kunci dari rencana perdamaian besar Presiden Donald Trump.

Pasukan yang dinamakan International Stabilization Force itu akan bekerja sama dengan Israel dan Mesir untuk mengamankan wilayah Gaza serta memfasilitasi upaya rekonstruksi setelah lebih dari dua tahun perang antara Israel dan Hamas, yang telah menguasai Gaza selama hampir dua dekade.

Misi AS untuk PBB itu menyebutkan bahwa sepuluh anggota tidak tetap Dewan Keamanan telah menyatakan dukungan terhadap rancangan resolusi pembentukan pasukan tersebut.

Akomodasi Kekuatan Dunia

Menanggapi hal itu, Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan, agar bisa diterima dan menghasilkan pembahasan yang kredibel negara yang akan menjadi anggota dewan perdamaian Gaza harus mengakomodasi seluruh kekuatan dunia, termasuk kubu barat, timur, dan negara-negara anggota OKI.

“Dengan mengkomodasi negara-negara barat seperti Amerika dan Eropa, lalu blok timur seperti Russia dan Tiongkok, dan negara-negara anggota OKI seperti Indonesia, Arab Saudi dan lainnya, diharapkan hasil pembicaraan dewan perdamaian tersebut akan lebih bisa diterima dunia, termasuk Israel dan Palestina sendiri karena semua kekuatan sudah terwakili.

Hendaknya pun kerangka perdamaian tetap mengacu pada solusi dua negara, karena rasanya sulit mencapai perdamaian kalau otorita Palestina masih di bawah Israel.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.