Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Trenggalek Fokus Wujudkan Konsep Kota Atraktif pada 2026

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 22:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Trenggalek Fokus Wujudkan Konsep Kota Atraktif pada 2026 Doc: ANTARA
Ket. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berjabat tangan dengan pimpinan DPRD usai rapat paripurna penyepakatan KUA dan PPAS tahun 2026 di gedung DPRD Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (14/8/2025). 

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menyatakan bahwa fokus pembangunan pada 2026 akan diarahkan untuk mewujudkan konsep kota atraktif yang tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga pendapatan masyarakat setempat.

"Selain infrastruktur jalan, kami akan memprioritaskan tempat-tempat wisata yang bisa menjadi sumber pendapatan bersama, baik bagi pemerintah daerah maupun warga," kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, saat mengisi pidato sambutan di sidang paripurna DPRD Kabupaten Trenggalek, di Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (14/8). 

Dalam sidang itu, Pemkab dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2026.

Berdasarkan kesepakatan itu, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp1,967 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp2,003 triliun, atau relatif sama dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Bupati Nur Arifin menjelaskan alokasi anggaran pembangunan fisik meliputi perbaikan sejumlah ruas jalan dengan nilai sekitar Rp50 miliar hingga Rp70 miliar. 

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menjajaki pembukaan trayek transportasi dari Stasiun Tulungagung ke Trenggalek agar terkoneksi langsung dengan moda kereta api, serta kerja sama penyediaan angkutan wisata.

"Kami ingin setiap kedatangan kereta di Tulungagung bisa langsung terhubung dengan transportasi menuju Trenggalek. Ini penting untuk menghidupkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal," katanya.

Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam menyebut, setelah KUA dan PPAS disepakati, pemerintah daerah akan menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2026. 

Ia menambahkan, strategi belanja diarahkan untuk mengoptimalkan sumber pendapatan daerah, diantaranya melalui rehabilitasi stadion dan fasilitas publik yang berpotensi menghasilkan penerimaan.

"Tambahan pinjaman daerah sebesar Rp50 miliar juga akan digunakan untuk infrastruktur umum senilai Rp20 miliar dan pengembangan fasilitas penunjang pendapatan senilai Rp30 miliar," ujarnya.

Konsep kota atraktif yang diusung pemkab, lanjut Samsul, adalah membangun fasilitas yang tidak hanya meningkatkan penerimaan pemerintah, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.