Anggaran Makan Bergizi Gratis Naik Menjadi Rp300 Triliun di 2026

Kamis, 14 Agu 2025, 01:05 WIB

JAKARTA - Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 bakal mencapai 300 triliun rupiah dengan estimasi akan disalurkan ke 82 juta penerima program. Jumlah tersebut naik dibanding tahun ini yang dianggarkan sebesar 71 triliun rupiah dan cadangan tambahan sebesar 100 triliun rupiah. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan dana tersebut akan tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026. Selain penambahan jumlah penerima, pemerintah, kata Menkeu menyiapkan rantai nilai yang dihubungkan dengan ekosistem halal.

Ket. Foto: Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati — Sumber: istimewa

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan anggaran MBG yang dialokasikan sebesar 171 triliun rupiah tahun ini lebih banyak berfokus pada wilayah Jawa.

Luhut meyakini MBG bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat program tersebut melibatkan banyak aktor ekonomi sehingga perputaran ekonomi bisa ditingkatkan.

Untuk tahun ini, program MBG yang semula dialokasikan sebesar 71 triliun ditargetkan tersalur ke 17,9 juta penerima yang terdiri dari 15,5 juta anak sekolah dan 2,4 juta ibu hamil/menyusui serta balita.

Seiring dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, penerima Program MBG ditargetkan mencapai 82,9 juta penerima yang dilayani oleh 32 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/dapur umum. Pemerintah pun berencana menambah anggaran untuk MBG sebanyak 100 triliun rupiah, sehingga total anggaran mencapai 171 triliun rupiah.

Per 5 Agustus 2025, penyerapan Program MBG telah mencapai 7,9 triliun rupiah, lebih tinggi dari proyeksi Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar 6 triliun rupiah. Penyerapan anggaran yang signifikan diperkirakan akan terus terjadi dua bulan ke depan dan hingga akhir Agustus penyerapan bisa menembus 9 triliun rupiah.

Pada September, pelayanan MBG ditargetkan menjangkau 50 juta penerima manfaat dengan penyerapan anggaran sebesar 19 triliun rupiah.

Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan, jika program MBG bisa dijalankan dengan benar dan berkelanjutan, tidak hanya akan mengatasi stunting dan malnutrisi pada anak, tapi juga menggerakkan perekonomian dengan menghidupkan sistem rantai pasok melalui UMKM yang terlibat.

“Sebenarnya MGB punya multiple target, tidak hanya mencetak generasi penerus yang unggul melalui pemenuhan gizi, tapi juga bisa berdampak ke pertumbuhan ekonomi yang memang didorong oleh konsumsi konsumsi rumah tangga, dengan melibatkan UMKM sebagai supply chain,” kata Wibisono.

Selama dilakukan secara efesien dan transparan, dia yakin hasilnya akan positif meskipun belum langsung kelihatan.

Efektivitas Program

Direktur Mubyarto Instiute, Awan Santosa menilai penambahan anggaran program MBG tahun depan tidak jadi soal selama efektivitas programnya terpenuhi, begitu juga dari sisi transparansi anggaran dan pengawasannya.

“Asalkan manfaat program MBG ini harus benar benar dirasakan siswa/siswi sehingga anggaran sebanyak itu tidak sia sia digelontorkan,”tegas Awan.

Pemerintah katanya harus memperketat pengawasan, jangan sampai penambahan anggaran tidak berbanding lurus dengan kualitas menu yang disajikan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.