Mengapa Gim Roblox Berbahaya? Ternyata Hal Ini yang Jadi Sorotan Komnas PA Surabaya
📅 Selasa, 12 Agu 2025, 19:37 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Kominfo Jatim
SURABAYA - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Surabaya Syaiful Bachri menyoroti fenomena maraknya gim daring khususnya Roblox yang memuat konten berbahaya bagi anak-anak.
"Pelarangan semata tidak cukup tapi juga perlu pendekatan yang sistematis dan edukatif," kata Syaiful di Surabaya, Selasa (12/8).
Gim Roblox sendiri belakangan ini menjadi sorotan setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melarang anak-anak memainkannya karena memuat adegan kekerasan bahkan konten berbau pornografi, sadisme, horor, pergaulan bebas, hingga inses.
Syaiful menyebutkan terdapat 15 gim dalam Roblox yang teridentifikasi paling berbahaya karena mengandung konten pornografi, sadisme, horor, kecemasan, serta pergaulan bebas hingga yang sedarah dan sangat berpotensi ditemukan oleh anak-anak saat mereka memainkannya.
Ia menegaskan apabila akses teknologi dilakukan tanpa pengawasan orang dewasa akan sangat berdampak serius terhadap kondisi psikologis anak,.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, teknologi itu ibarat dua sisi mata uang yang bisa berdampak baik jika digunakan dengan benar tetapi juga berbahaya tanpa kontrol orang tua.
Roblox sendiri, lanjut dia, sebenarnya didesain untuk area bermain bagi kalangan anak-anak namun permasalahannya adalah tidak semua orang tua maupun guru sebagai pendamping anak memahami isi dari permainan tersebut.
"Termasuk konten-konten yang mengandung unsur kekerasan atau manipulasi psikologis, banyak yang tidak paham," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan pemain gim Roblox dapat berkomunikasi dengan orang lain di dalam gim yang merupakan orang asing sehingga orang tua harus mampu mengatur kontrol interaksi anak ketika bermain gim.
"Kita tidak akan tahu dengan siapa anak bertemu dan berbicara secara online. Gim ini juga menganjurkan pembelian dalam gim sehingga orang tua perlu berhati-hati terhadap hal ini," kata Syaiful.
Terlebih, Syaiful mengungkapkan bahwa bentuk kekerasan yang dilakukan anak kini semakin beragam karena tidak lagi sekadar bertengkar atau saling memukul namun sudah dipengaruhi oleh hal yang mereka lihat dan mainkan.
"Kalau dulu anak itu bertengkar, memukul karena emosi.Sekarang cara melakukannya berbeda karena dia mendapatkan contoh dari apa yang dia lihat. Di gim itu kan ada instruksi dan anak-anak cenderung menganggap itu perintah yang harus dijalankan," katanya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!