Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Digital Pimpin Efisiensi Investasi! Sektor Lain Tak Berdaya

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ekonomi digital memiliki peran strategis dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi delapan persen yang dicanangkan pemerintah.

"Dengan mendorong dan memfasilitasi perkembangan ekonomi digital, berbagai lapisan masyarakat dapat merasakan dampaknya secara langsung. Ini dapat pula memperluas akses pasar, keuangan, dan teknologi,” kata Board of Advisors Prasasti Burhanuddin Abdullah.

Hasil riset Prasasti juga mencatat bahwa ekonomi digital berkontribusi sekitar Rp1.860 triliun atau 8,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Selain itu, riset menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu unit nilai tambah dari ekonomi digital akan mendorong peningkatan total output ke seluruh sektor lainnya sebesar 1,89 unit.

Angka ini merefleksikan ketergantungan sektor lain terhadap ekonomi digital.

“Industri digital nasional memberikan peluang lebih besar kepada talenta teknologi Indonesia untuk mendapatkan kesempatan kerja dan belajar sesuai bidangnya,” ujar Burhanuddin.

Dalam konferensi pers, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menyampaikan pentingnya memanfaatkan sektor ekonomi digital sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan tekanan perlambatan ekonomi global, transisi energi, dan pergeseran rantai pasok, Indonesia membutuhkan mesin pertumbuhan yang lebih efisien. Ekonomi digital menawarkan jawaban konkret,” ujar Piter.

Dengan proyeksi kontribusi mencapai 220-360 miliar dolar AS pada 2030 dan dominasi 40 persen dari nilai ekonomi digital ASEAN, ekonomi digital memiliki potensi besar mendorong produktivitas nasional.

Sebagai studi kasus, hasil riset menunjukkan ekosistem GoTo pada 2024 mampu menciptakan nilai ekonomi sebesar Rp480,7 triliun, menyerap lebih dari 2,03 juta tenaga kerja, dan menurunkan angka kemiskinan hingga 0,45 poin persentase secara nasional.

Tingkat efisiensi investasi atau ICOR ekosistem digital GoTo sendiri tercatat hanya 2,3, atau sekitar 87 persen lebih efisien dibanding rata-rata ICOR ekonomi digital yang mencapai 4,3.

Gundy menerangkan, kontribusi perusahaan teknologi lokal seperti GoTo dinilai memberikan dampak sosial nyata, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, hingga perluasan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM dan pekerja informal.

Temuan ini juga memperlihatkan adanya transformasi struktur ekonomi nasional yang semakin bertumpu pada digitalisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Rona
Pelita Air Siapkan Beragam ...
Nasional
TNI AL serahkan tiga jenaza...

Skrining Tuberkolosis di Padang

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Skrining Tuberkolosis di Pa...

Wali Kota: Wisata Kuliner Tangerang Kian Menggeliat

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota: Wisata Kuliner T...
Megapolitan
24 ASN Pemkot Bekasi Dipeca...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.