Petani Lebak Menjerit! Gagal Panen Gara-gara Diserang Gerombolan Babi Hutan, Rugi Jutaan Rupiah!
📅 Minggu, 10 Agu 2025, 11:11 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: ANTARA
LEBAK - Sejumlah petani di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten gagal panen akibat serangan babi hutan yang diperkirakan populasinya mencapai delapan ekor, sehingga mereka mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
"Semua tanaman palawija dan umbi-umbian rusak dimakan babi hutan," kata Patma, setor petani Citawang Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Minggu (10/8).
Serangan hama babi hutan itu mengakibatkan kerugian hingga jutaan rupiah, karena tanaman kacang tanah seluas dua petak atau 2.500 meter mengalami kerusakan, termasuk tanaman umbi jalar dan singkong.
Bahkan, serangan babi itu hingga tiga hari terakhir ini menyerang perkebunan miliknya dan diperkirakan sekitar delapan ekor.
Populasi babi hutan kemungkinan habitatnya sudah hilang akibat pembangunan Bendungan Karian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkebunan masyarakat yang lokasinya berdekatan dengan Perkebunan Kelapa Sawit PTPN VIII menjadi lahan makanan bagi babi hutan.
"Kami baru kali ini terserang hama babi, karena sejak dulu belum pernah mengalami serangan babi,' katanya.
Begitu juga petani lainya, Jumanah mengatakan serangan babi hutan itu membuat hasil panen tanaman palawija dan ubi jalar dan singkong mengalami penurunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Semestinya, tanaman tersebut dipanen, namun mengalami kerusakan akibat serangan gerombolan babi hutan liar.
Gerombolan babi liar itu berkeliaran pada dinihari hingga mengancam keselamatan masyarakat.
"Kita melihat gerombolan babi hutan itu merasa kewalahan, karena jumlahnya cukup banyak juga berukuran besar," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan petani yang areal pertanian terserang hama babi hutan itu, karena lokasinya berdekatan dengan kawasan hutan atau perkebunan kelapa sawit.
"Kami berharap petani dapat menjaga tanaman di malam hingga dini hari agar tidak menjadi serangan babi hutan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!