Kementan Catat LTT di Cirebon Capai 67 Ribu ha dari Target 105.045 ha untuk Swasembada Pangan
📅 Minggu, 10 Agu 2025, 16:15 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
CIREBON - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar) telah mencapai 67 ribu hektare dari target 105.045 hektare, guna mewujudkan swasembada pangan.
“Kalau target LTT di Cirebon seluas 105.045 hektare. Itu khusus Kabupaten Cirebon LTT-nya, sampai dengan bulan Juni 2025 itu 67 ribu hektare realisasinya,” kata Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Kabupaten Cirebon Atin Yulyatin di Cirebon, Minggu (10/8).
Atin menyatakan realisasi LTT itu menjadi tonggak penting untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga stabilitas produksi di daerah tersebut.
Menurutnya petani padi di Cirebon menghadapi berbagai tantangan musiman, mulai dari kekeringan hingga serangan hama, sehingga Kementerian Pertanian respons cepat dengan menyalurkan sejumlah bantuan mulai alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga bibit gratis.
Untuk mengatasi kekeringan, Kementan menyalurkan bantuan irigasi perpompaan dan perbaikan sistem irigasi, sementara pestisida disediakan guna melindungi tanaman dari hama dan penyakit yang mengancam hasil panen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Subsidi pupuk dan alat mesin pertanian (alsin) turut disalurkan, mempercepat proses tanam sekaligus meningkatkan kualitas serta produktivitas padi di lahan pertanian Kabupaten Cirebon. Meski begitu, dia tidak merinci secara detail jumlah alsintan yang telah terdistribusi di daerah itu.
Kementerian juga mengandalkan teknologi, penyuluh pertanian, benih unggul, serta penguatan kelembagaan petani dan infrastruktur irigasi untuk menjaga dan meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan.
"Target Kementerian Pertanian adalah menjaga stabilitas dan peningkatan produksi padi di Cirebon dengan melalui strategi percepatan tanam melalui kegiatan LTT," ucap Atin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengatakan, pemda setempat berupaya menjaga lahan produktif, agar tidak terjadi alih fungsi lahan melalui Perda Nomor 32/2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, dengan ditetapkan 44 ribu hektare lahan pertanian padi.
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat jumlah kelompok tani di daerah itu sekitar 33 ribu dengan 72 ribuan petani penggarap. Sedangkan luas lahan sawah produktif di daerah itu mencapai 51 ribu hektare lebih.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!