Ratusan Hektare Padi Tulungagung Terancam Puso, Penanganan Hama Terlambat?
Sabtu, 09 Agu 2025, 00:04 WIBTULUNGAGUNG - Sebanyak 652 hektare lahan padi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dilaporkan mengalami kerusakan parah dan terancam gagal panen (puso) akibat serangan hama wereng cokelat yang menyebar di berbagai wilayah pertanian.Â
Serangan hama ini tidak hanya mengancam produktivitas tanaman, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi signifikan bagi para petani dan rantai pasok pangan daerah.
Wereng cokelat dikenal sebagai salah satu hama paling merusak bagi padi karena kemampuannya menyerang secara masif dalam waktu singkat.Â
Selain mengisap cairan tanaman hingga menghambat pertumbuhan, hama ini juga dapat menjadi vektor penyebaran penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa, yang memperparah kerusakan lahan.Â
Dalam kondisi cuaca tertentu, terutama saat kelembapan tinggi, populasi wereng dapat meningkat drastis, sehingga eskalasi serangan sulit dikendalikan.
Bagi Tulungagung, yang sebagian besar wilayahnya mengandalkan pertanian padi sebagai sumber pangan dan pendapatan utama, ancaman gagal panen ini berimplikasi ganda.Â
Di tingkat lokal, pendapatan petani bisa menurun tajam, mempengaruhi daya beli dan kesejahteraan rumah tangga.Â
Di tingkat yang lebih luas, potensi penurunan produksi beras dapat memengaruhi pasokan pangan daerah dan menambah tekanan terhadap stabilitas harga beras nasional.
Mengantisipasi kerugian yang lebih besar, diperlukan langkah penanganan terpadu seperti pengendalian hama berbasis ekosistem, penyemprotan pestisida secara terukur, hingga penggunaan varietas padi tahan wereng.Â
Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi kunci untuk mempercepat respons penanggulangan sekaligus mencegah penyebaran serangan ke wilayah pertanian lainnya.
Jika serangan hama ini tidak segera dikendalikan, Tulungagung berisiko mengalami penurunan produktivitas signifikan pada musim tanam berjalan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi ketahanan pangan regional dan nasional.
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto di Tulungagung, Jumat (8/8), mengatakan serangan hama wereng coklat terjadi di 15 kecamatan sepanjang JuliâAgustus 2025.
Ia menyebut serangan kali ini tergolong ledakan populasi hama, dipicu kondisi kemarau basah yang meningkatkan kelembaban udara.
"Tidak hanya di Tulungagung, daerah lain seperti Trenggalek juga mengalami hal serupa. Tingkat kelembapan yang tinggi membuat wereng coklat mudah berkembang biak," kata Suyanto.
Empat kecamatan tercatat mengalami serangan terparah, yakni Karangrejo, Bandung, Besuki dan Kauman, dengan total luas lahan terdampak lebih dari 145 hektare.
Hama wereng coklat menyerang pangkal tanaman padi sehingga kerusakan kerap tidak terlihat dari luar.
"Kelihatannya tanaman masih bagus, padahal sudah terserang," ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, Dispertan menginstruksikan kelompok tani di wilayah terdampak segera mengajukan bantuan pestisida.
Hingga kini, 110 kelompok tani di 15 kecamatan telah mengajukan permohonan tersebut.
Petugas teknis bersama kelompok tani juga melakukan gerakan pengendalian serentak di lahan yang terinfeksi.
"Kami pastikan hamparan padi yang terserang bisa dikendalikan," kata Suyanto.
- Puso
- kabupaten tulungagung
- Hama Wereng
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tarif AS Mulai Berlaku, Nvidia akan Bayar Amerika 15 Persen dari Penjualan Chip AI ke Tiongkok
-
Arus Balik di Terminal Pulo Gebang Diprakirakan Terjadi 5-7 April 2025
-
Klasemen Liga Inggris: Liverpool Gagal Jauhi Kejaran Arsenal
-
Lonjakan Penumpang Mudik Tak Terbendung, Okupansi Kereta di Pasar Senen di Atas 100%
-
BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi di Perairan Sulawesi Utara
-
Imlek Diharapkan Memperkuat Toleransi
-
Pemprov Sulsel Gelar Katinting Race untuk Lestarikan Budaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.