Kontroversial! Presiden Kolombia Memulai Dialog dengan Geng Narkoba Terbesar Clan del Golfo
📅 Sabtu, 09 Agu 2025, 10:13 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP
BOGOTA - Presiden Kolombia Gustavo Petro mengumumkan dimulainya perundingan baru dengan Clan del Golfo, geng pengedar narkoba terbesar di negara itu dan produsen kokain terbesar di dunia.
Kelompok kuat ini berasal dari paramiliter sayap kanan -- 7.500 anggotanya menyebut diri mereka Tentara Gaitanista Kolombia -- dan menimbulkan tantangan keamanan utama yang dihadapi oleh pemerintah kiri negara tersebut.
"Kami telah memulai dialog di luar Kolombia dengan Tentara Gaitanista," kata Petro dalam sebuah acara di Cordoba, sekitar 180 mil (289 kilometer) di sebelah barat ibu kota Bogota.
Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pembicaraan tersebut.
Clan del Golfo menganggap dirinya sebagai kelompok politik, dan menuntut pengakuan seperti itu, sebagian, untuk menerima perlakuan hukum yang serupa dengan gerilyawan dan pasukan paramiliter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bulan lalu, pemerintahan Petro mengajukan usulan kontroversial kepada kongres untuk menawarkan sejumlah keuntungan tertentu kepada kelompok kriminal, termasuk pengurangan hukuman dan tidak adanya ekstradisi, sebagai imbalan atas perlucutan senjata.
Sejak awal masa jabatannya pada tahun 2022, Petro telah mencoba dan gagal menegosiasikan perlucutan senjata dengan berbagai kelompok bersenjata.
Di tengah-tengah rekor penanaman narkoba yang tinggi di Kolombia -- perkiraan PBB menyebutkan 253.000 hektare lahan yang menghasilkan narkotika -- angkatan bersenjata tengah melancarkan serangan besar-besaran dalam upaya untuk mengendalikan pengedar narkoba.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden AS Donald Trump mengklasifikasikan Clan del Golfo sebagai organisasi teroris melalui perintah eksekutif segera setelah memulai masa jabatan keduanya, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam kelompok penyelundup narkoba tersebut karena merekrut anak-anak secara kejam.
Kolombia terancam kehilangan bantuan keuangan AS karena sertifikasinya sebagai sekutu dalam perang melawan narkoba akan diperbarui pada bulan September.
Meskipun Kolombia telah lama menjadi salah satu mitra terdekat Amerika Serikat di Amerika Latin, hubungan telah memburuk tajam sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada awal tahun.
Bulan lalu, Washington memanggil pulang diplomat utamanya di Bogota karena mengeluarkan pernyataan menyinggung yang tidak dijelaskan secara rinci.
Bulan sebelumnya, Petro menuduh Amerika Serikat dan "ekstremis sayap kanan" berencana menggulingkannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!