Tarif Baru AS Mengguncang Saham Produsen Chip Asia, TSMC dan Samsung Terdongkrak

Kamis, 07 Agu 2025, 14:08 WIB

TOKYO - Ancaman Donald Trump untuk mengenakan tarif 100 persen pada impor semikonduktor mengguncang perusahaan-perusahaan chip Asia pada Kamis (7/8).

Ket. Foto: Seorang karyawan bekerja di pabrik chip semikonduktor di Huai'an, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, pada 29 April 2024. — Sumber: AFP

Saham raksasa chip TSMC dan Samsung terdongkrak setelah Trump berjanji membebaskan mereka yang berinvestasi di Amerika Serikat.

Presiden AS mengeluarkan peringatan tersebut menjelang pemberlakuan tarif besar-besaran terhadap barang-barang dari puluhan negara, dan hal itu terjadi di tengah perlombaan global untuk mengembangkan chip canggih yang digunakan untuk kecerdasan buatan.

"Kami akan mengenakan tarif sekitar 100 persen pada chip dan semikonduktor, tetapi jika Anda membangun di Amerika Serikat ... tidak ada biaya," ujar Trump di Gedung Putih.

Dia tidak memberikan jadwal pemberlakuan pungutan baru tersebut.

Saham Tokyo Electron, produsen utama peralatan pembuatan chip Jepang, anjlok 3,2 persen akibat berita tersebut, sementara pembuat chip Renesas merosot 3,4 persen.

Pembuat peralatan presisi Disco Corporation turun 1,3 persen dan Sumco, yang membuat wafer silikon, kehilangan 1,2 persen.

Namun, TSMC yang terdaftar di Taipei - perusahaan kontrak chip terbesar di dunia, yang menjadikan Nvidia dan Apple sebagai kliennya - melonjak hampir 5 persen karena Taiwan mengatakan tidak akan terpengaruh oleh tarif baru.

"Karena eksportir utama Taiwan adalah TSMC, yang memiliki pabrik di Amerika Serikat, TSMC dikecualikan," kata kepala Dewan Pembangunan Nasional Liu Chin-ching di parlemen.

Beberapa produsen chip Taiwan "akan terpengaruh" oleh tarif 100 persen, tetapi pesaing mereka juga akan menghadapi pungutan yang sama, tambahnya.

TSMC, yang sedang meningkatkan manufaktur di Arizona, telah berjanji untuk berinvestasi sebanyak 165 miliar dollar di Amerika Serikat, yang menurut perusahaan itu pada bulan Maret adalah "investasi langsung asing terbesar dalam sejarah AS".

Samsung yang tercatat di Seoul, yang juga memompa miliaran dollar ke ekonomi nomor satu dunia, naik 2 persen sementara pesaingnya dari Korea Selatan, SK Hynix, juga naik.

"Semikonduktor kelas atas akan dikecualikan" tetapi "ini mematikan produsen chip kelas bawah", termasuk yang berbasis di Malaysia atau Tiongkok, kata Alicia Garcia-Herrero, kepala ekonom untuk Asia Pasifik di Natixis, kepada AFP.

Arisa Liu, peneliti semikonduktor senior di Institut Penelitian Ekonomi Taiwan, mengatakan pengumuman tersebut "akan mempengaruhi arah strategis masa depan perusahaan semikonduktor global".

"Karena Amerika Serikat adalah pemain terbesar di dunia dalam AI dan komputasi berkinerja tinggi terkait, hal ini akan berdampak relatif lebih besar pada perusahaan yang terlibat dalam proses canggih," ujarnya.

Namun Samsung dan TSMC seharusnya memenuhi syarat untuk pengecualian, tambahnya.

Perusahaan yang terkait dengan Apple juga terbantu setelah raksasa AS itu mengatakan akan berinvestasi tembahan sebesau 100 miliar dollar di AS, sehingga total investasinya menjadi 600 miliar dollar selama empat tahun ke depan.

Saham Foxconn dan Pegatron keduanya naik di Taipei.

Pembicaraan Tarif

"Sampai taraf tertentu, hasil ini akan menjadi sesuatu yang melegakan," kata analis Morgan Stanley.

"Ya, tarif 100 persen memang tidak masuk akal, tetapi jika perusahaan diberi waktu untuk menerapkannya kembali, pajak yang sebenarnya justru akan menambah biaya produksi chip di Amerika Serikat."

Pernyataan Trump muncul beberapa jam sebelum tarif "timbal balik" yang luas mulai berlaku terhadap mitra dagangnya, dan setelah ia menggandakan pungutannya terhadap India menjadi 50 persen atas pembelian minyak Russia.

Tarif bea masuk 50 persen untuk barang-barang Brasil mulai berlaku pada hari Rabu, dengan pengecualian yang signifikan, setelah Trump menargetkan ekonomi terbesar Amerika Latin itu atas hukuman mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro.

Para investor terus memantau pembicaraan antara Gedung Putih dan New Delhi, serta negara-negara lain, termasuk Swiss, yang minggu ini dilanda dampak sebesar 39 persen.

Pasar Asia melanjutkan kenaikannya baru-baru ini dan telah mendapatkan kembali sebagian besar kerugian minggu lalu yang dipicu oleh pengumuman tarif presiden dan data pekerjaan AS yang lemah.

Tokyo, Hong Kong, Shanghai, Singapura, Seoul, dan Wellington semuanya berada di zona hijau. Taipei memimpin berkat lonjakan TSMC.

Keuntungan tersebut menyusul hari yang kuat di Wall Street, di mana Apple melonjak lebih dari 5 persen dan Amazon bertambah 4 persen.

Para pedagang melakukan aksi beli karena mereka semakin optimistis The Fed akan memangkas suku bunga setelah data pekan lalu menunjukkan penciptaan lapangan kerja AS anjlok pada bulan Mei, Juni, dan Juli, yang menandakan melemahnya ekonomi. Harga minyak berjangka AS naik pada hari Kamis.

Harga minyak naik setelah Trump mengancam memberikan sanksi kepada negara lain yang "secara langsung atau tidak langsung" mengimpor minyak Russia, setelah mengenakan bea masuk tambahan kepada India.

Meski demikian, para pedagang terus memantau perkembangan mengenai Moskow dan perangnya di Ukraina setelah presiden AS mengatakan ia dapat bertemu Vladimir Putin "segera" menyusul apa yang ia sebut sebagai pembicaraan yang sangat produktif antara utusan khususnya dan pemimpin Russia tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA, Lili Lestari

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.