Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Jamin Kualitas Beras Modern, Mentan Minta Masyarakat Tidak Panik

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 13:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Jamin Kualitas Beras Modern, Mentan Minta Masyarakat Tidak Panik Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menanggapi pertanyaan awak media di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) RI Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir untuk tetap membeli beras di peritel modern menyusul adanya kekhawatiran soal kualitas beras yang buruk atau dioplos.

“Tidak, tidak perlu khawatir,” kata Mentan Amran saat ditemui di kantornya di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Amran mengatakan bahwa beras medium dan premium yang ada di ritel hanya memiliki masalah kualitas patahan (broken) beras yang dinilai tidak sebanding dengan harga jualnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kualitas itu tidak langsung membuat beras tersebut tidak laik untuk dikonsumsi.

“Kalau medium itu broken-nya 25 persen, kalau premium 15 persen. Tapi kita lihat kondisi pada saat kita cek, itu broken-nya ada yang sampai 40 persen, ada 50 persen broken-nya, ada 30-35 persen,” ujar Amran.

“Nah, itu yang terjadi. Tapi itu semua untuk dikonsumsi itu aman, baik, enggak masalah. Hanya saja harganya terlalu tinggi dibanding kualitasnya, itu saja,” imbuh dia.

Mentan mengatakan, fenomena terkait kualitas beras yang belakangan ramai diperbincangkan pun membuat masyarakat bergeser untuk berbelanja langsung di pasar tradisional daripada di ritel.

“Penjualan di pasar tradisional meningkat. Karena masyarakat beralih, karena mereka bisa melihat langsung (kualitas beras). Nah, ini fenomena menarik, sangat bagus,” kata Amran.

Menurut Amran, pergeseran tren belanja ini sangat baik karena dapat langsung memutar roda ekonomi kerakyatan.

“Itu sangat bagus untuk didorong, kenapa?Mendorong ekonomi kerakyatan, meningkatkan ekonomi-ekonomi pedagang-pedagang kecil, itu sangat menarik. Itu perlu dicermati,“ ujar dia.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan bahwa tidak pernah meminta peritel modern untuk menarik beras premium yang ada di toko masing-masing guna mencegah kelangkaan.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (Dirjen PKTN) Kemendag Moga Simatupang pada Rabu (6/8) menyebut, para peritel diminta untuk menyesuaikan harga beras yang tidak sesuai dengan standar mutu dan takaran.

Selain itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengeluarkan imbauan agar stok tetap disalurkan ke konsumen, tapi harus dilakukan penyesuaian berupa penurunan harga. Itu berlaku terhadap beras yang terindikasi tidak memenuhi standar beras premium.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.